Pilpres 2019

Reaksi Tri Rismaharini dan Kiatnya Memenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini disebut sebagai Korwil khusus untuk pemenangan suara Jokowi di Surabaya.

Reaksi Tri Rismaharini dan Kiatnya Memenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019
TribunJatim.com
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini usai mengambil sumpah Aparatur Sipil negara (ASN) yang diangkat dari pegawai K2 di Gedung Sawunggaling, Jalan Jimerto Surabaya, Senin (25/6/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Tim Kampanye Daerah (TKD) Capres dan Cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin di Jatim sudah terbentuk.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini disebut sebagai Korwil khusus untuk pemenangan suara Jokowi di Surabaya.

Disebut menjadi Koordinator Wilayah (korwil) khusus Surabaya Tim Pemenangan Joko Widodo - Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019, Risma mengaku belum tahu hal itu dan belum menerima surat perintah.

"Aku belum tahu, baru tahu dari teman-teman. Kalau aku diminta jadi jurkam (juru kampanye) ya sudah, tak kasih datanya, ya KTP, ini baru tahu (soal korwil). Kalau Surabaya memang aku, siap diperintah, jalan," katanya, menanggapi pertanyaan awak media, Kamis (20/9) saat jumpa pers di ruang kerjanya.

Baca: Persyaratan Wajib Daftar CPNS 2018 di Kemendikbud, Formasi & Aturan di sscn.bkn.go.id

Risma menjelaskan menjadi juru kampanye itu memiliki level.

Misalnya levelnya A bicara di depan, level B itu supporting, level C itu bantu dorong.

"Lima tahun lalu aku di A, ya aku cuti meski rata-rata agendanya Sabtu-Minggu, tapi aku tetap ngajukan izin. Kemarin sudah ngasih data katanya Jurkamnas, kapan itu ke Kalimantan. Kiat-kiatnya apa? Rahasia," ungkapnya disambut tawa seisi ruangan.

Risma menuturkan, jika jadi juru kampanye, kiat yang akan disampaikan pasti bedalah dari lima tahun lalu.

Baca: Akhirnya Prabowo-Sandiaga Uno & Jokowi-Maruf Amin Jadi Capres-Cawapres di Pilpres 2019

Dia pun tak mau banyak komentar soal kampanye, menurut Risma hal itu bisa membuatnya mendapat teguran dari Bawaslu.

"Ya kalau lima tahun lalu sudah kerja meski belum penuh. Memang harus beda, yang dijual rahasia nanti deloken ae (lihat saja). Nanti kalau ada surat perintah, sekarang belum, nanti pasti ada surat aku kampanye bagian apa terus dikumpulkan. Jadi masih nunggu perintah, aku gak bisa ngomong kalau gak ada surat perintah," tegas Risma.

Halaman
1234
Editor: Rendy Nicko
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved