Kriminalitas H

Cekcok Lalu Adu Mulut, Pembakal Lokbuntar Membacok, Diduga Saat Sedang Mabuk

Sebagai seorang Pambakal (Kepala Desa), Farid Ilwainey mestinya memberi contoh dan teladan yang baik dalam bersikap kepada masyarakat.

Cekcok Lalu Adu Mulut, Pembakal Lokbuntar Membacok, Diduga Saat Sedang Mabuk
banjarmasin post group/ hanani
Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo saat memberitan keterangan Pers terkait kasus menganiayaan yang dilakukan Kades Lok Buntar, Kecamatan Haruyan, HST, di Mapolres HST, Jumat (21/9/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Sebagai seorang Pambakal (Kepala Desa), Farid Ilwainey mestinya memberi contoh dan teladan yang baik dalam bersikap kepada masyarakat. 

Namun, Kades Lokbuntar yang tinggal di Rt 02 Kecamatan Haruyan, Hulu Sungai Tengah tersebut justru melakukan perbuatan tercela, yang tak pantas dicontoh. Dia menyelesaikan masalah dengan mengedepankan emosional, hingga melakukan tindak kriminal.

Parahnya lagi, tindak pidana penganiayaan, dia lakukan dalam kondisi mabuk dan membawa senjata tajam. Korbannya, Rifani (33) warga Jalan Mualimin RT 011 Kelurahan Barabai Darat, Barabai, menderita luka cukup parah, setelah ditebasnya menggunakan parang besi.

Beruntung korban masih bisa diselamatkan setelah dirawat di Rumah Sakit Damanhuri Barabai.

Baca: 5 Fitur Penting di Link sscn.bkn.go.id, Panduan Sebelum Daftar di Situs Resmi Pendaftaran CPNS 2018

Sementara, sang Kades yang melakukan perbuatansadis itu, berhasil ditangkap jajaran Polsek Haruyan, dan kini tersangka menjalani proses hukum di Polres HST.

Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, disampingi Plt KAsatreskrim Antoni SIlalahi, saat memberikan keterangan Pers, Jumat (21/9/2018) di Mapolres HST menjelaskan, tersangka dijerat pasal 351 KUHP tentang tindak pidana penganiayaan yang membuat terlukanya orang lain.

Tersangka diancam dengan hukuman dua tahun delapan bulan penjara. Mengenai kronologis kejadian penganiayaan tersebut, Sabana menjelaskan, berawal pada Selasa, 18 September 2018, pukul 22.00 wita.

Tersangka ke Desa Pandanu, Kecamatan Haruyan mengunjungi istri keduanya. Saat itu tersangka  sedang duduk di sebuah warung yang tutup, depan rumah Abah Imus.

Tak lama datang Roni warga Desa Pudak Kecamatan Haruyan, dan menayakan kepada tersangka, “Kamu ada apa mencari Dadar”. Tersangka kemudian menjawab “Kamu bukan  level melawan aku. Kamu level lawan anakkku saja” kata tersangka seraya mendorong tubuh Roni. Selanjutnya, tersangka dan Roni cekcok, hingga beradu mulut.

Baca: Hasil PSMS Medan vs Persela Lamongan di Liga 1 2018 - Skor 2-0 di Babak Pertama

Selanjutnya, jelas Kapolres tersangka berdiri dan berjalan keluar dari warung menuju halaman luas, tepatnya di depan rumah istri mudanya. Kemudian, tersangka bertemu korban, Rifani, yang saat itu berkata,”jangan bakalahi, kita badangsanak (jangan kelahi kita bersaudara),”.

Halaman
123
Penulis: Hanani
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved