Berita Banjarmasin

Warga Tolak Ganti Rugi Pembebasan Lahan dan Bangunan Dekat Jembatan Alalak, Begini Penjelasan Pemko

Pembebasan lahan untuk mega proyek peningkatan Jembatan Alalak dengan model cable stayed dipastikan molor dari target sebelumnya.

Penulis: Eka Pertiwi | Editor: Elpianur Achmad
Eka Pertiwi
Inilah Jembatan Alalak yang bakal dibangun menjadi jembatan cable stayed. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Pembebasan lahan untuk mega proyek peningkatan Jembatan Alalak dengan model cable stayed dipastikan molor dari target sebelumnya. Pemerintah Kota Banjarmasin, menarget pembebasan lahan ini bisa selesai pada akhir September ini.

Namun, pada Kami (20/9/2018) lalu, Pemerintah Kota Banjarmasin melakukan penyampaian harga kepada warga Alalak. Sayang, baru sampai tahap penyampaian, seluruh warga menolak dengan harga yang sudah ditetapkan oleh tim appraisal yang ditunjuk Pemerintah Kota Banjarmasin menghitung biaya dan besaran luas bangunan dan tanah yang harus dibebaskan.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Banjarmasin, Ahmad Fanani Syaifudin, mengatakan tawar menawar dari warga wajar dilakukan. Mengingat negosiasi baru sekali dilakukan.

Seingatnya saat pembebasan lahan wajar jika ada penolakan harga saat negosiasi harga. Bahkan, saban kali melakukan penawaran pembabasan lahan, pertama kali negosiasi harga awal selalu mendapat penolakan dari masyarakat.

Baca: Klasemen Grup C Piala AFC U-16 2018 Usai Timnas U-16 Indonesia vs Vietnam 1-1, Zico Cs di Puncak

Baca: Hasil Akhir Timnas U-16 Indonesia vs Vietnam Piala AFC U-16 : Sutan Zico Penyelamat, Skor Akhir 1-1

Warga menolak karena harga yang ditawarkan tidak sesuai. Bahkan, warga meninginkan harga di atas harga yang ditawarkan oleh Pemerintah Kota Banjarmasin.

“Pekan ini kami akan rapat internal dulu. Pekan depan baru kami akan melakukan pertemuan bersama warga untuk membahas harga baru. Nanti kami evaluasi dahulu,” katanya.

Berdasarkan hasil evaluasi nantinya, ia tak menutup kemungkinan jika harga yang ditawarkan bisa berubah dari yang ditawarkan kepada warga sebelumnya. Menurutnya, taksiran harga berdasarkan evaluasi akan menyesuaikan. Namun, tidak akan melebihi harga yang seharusnya.

“Namanya juga negosiasi ada tawar menawar dengan warga,” jelasnya.

Dengan adanya deadlock antara Pemerintah Kota Banjarmasin dengan warga Alalak perihal pembebasan lahan tersebut, pemko harus mengejar ketertinggalan. Mengingat batas waktu yang diberikan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah XI Kalimat.

Kasi Pengadaan Tanah Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Banjarmasin, Muhmaad Rusni membeberkan, dari 40 persil bangunan yang harus dibebaskan sebelumnya, yang harus dibebaskan sekarang hanya 36 persil saja.

Baca: Pesan Ustadz Yusuf Mansur Usai Tewasnya Haringga Jelang Persib vs Persija di Liga 1 2018

Baca: Kronologis Tewasnya Anggota The Jakmania, Haringga Sirila Jelang Persib vs Persija Liga 1 2018

Alasannya, empat persil lahan yang menjorok ke sungai tidak perlu dibebaskan. Menigngat lahan yang diperlukan untuk oprit jembatan hanya sampai 36 persil saja. Sedangkan empat persil dengan lebar lahan 75 meter batal dibebaskan.

“Itu semua tidak perlu dibebaskan. Setelah kami lihat dan kami data ulang, 36 persil sudah cukup,” katanya.

Anggaran untuk pembebasan lahan juga sudah ditambah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Kota Banjarmasin tahun 2018 sebanyak Rp 15 miliar. Sedangkan anggaran sebelumnya sebesar Rp 21 miliar berasal dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Banjarmasin.

Sekadar diketahui, jembatan yang menjadi penghubung antara Kota Banjarmasin dan Kabupaten Baritokuala Banjarmasin (Batola) rencananya akan dikerjakan tahun ini pada bulan September. Namun, pembebasan lahan dari Banjarmasin belum dilakukan.

Baca: Alur Pendaftaran CPNS 2018 Serta Ukuran Dokumen Diunggah ke Sscn.bkn.go.id

Baca: Taklukkan PSBS Biak dengan Skor 1-0, Martapura FC Masuk Empat Besar

Jembatan yang rencananya dibangun dengan konsep cable stayed ini bakal dibangun empat jalur.Rinciannya, dua untuk arah dalam kota dan dua menuju luar kota dengan lebar 20 meter. 

Panjang proyek jembatan satu kilometer. Terdiri dari 300 meter untuk badan jembatan, Peningkatan Jembatan Alalak ini diperkirakan menelan anggaran sebesar Rp 290 miliar dengan pengerjaan secara multiyears dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sejak 2018 hingga 2020 mendatang.  (Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved