Kisah Cat Lover Barabai

Mereka Mengaku Jatuh Cinta dengan AnBul, Makhluk Tuhan Paling Imut

Mereka adalah pemelihara kucing sejati dari berbagai jenis. Ada yang memelihara dari kecil, adapula yang mengadopsinya

Mereka Mengaku Jatuh Cinta dengan AnBul, Makhluk Tuhan Paling Imut
Istimewa
Rifky Coco, Ketua Barabai Cat Lover bersama kucing kesayangannya 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Anak bulu (anbul). Begitu kalangan cat lover (pencinta kucing) di Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah menyebut hewan peliharaan mereka.

Mereka adalah pemelihara kucing sejati dari berbagai jenis. Ada yang memelihara dari kecil, adapula yang mengadopsinya ketika sudah dewasa. Pencinta kucing di Bumi Murkata, kini terus berkembang.

Mereka pun membentuk komuntias, namanya, Barabai Cat Lover (BCL) yang diketuai Rifky Coco.

Pencinta kucing yang tergabung dalam komunitas tersebut, kata Rifky ada 39 anggota.

Baca: Total Kuota CPNS 2018 Pemprov Kalsel Rabu (26/9), Guru, Kesehatan & Tenaga Teknis, Non Akreditasi

"Itu yang tergabung di komunitas. Masih banyak pencinta kucing yang tak menjadi anggota. Meski saat ini kegiatan komunitas tersebut vakum karena kesibukan kerja masing-masing, mereka tetap merawat kucing-kucingnya dan share melalui group Whas’Up," kata Rifky kepada banjarmasinpost.co.id.

Baca: Alokasi CPNS 2018 - Honorer K-2 Minta Pengakuan, Gaji Dua Bulan Tak Bibayar

Rifky mengatakan, sampai kapanpun dia sendiri akan memelihara kucing. Karena kucing itu hewan yang paling dekat dan paling bersahabat dengan manusia dan lingkungan sekitarnya.

“Di rumah, saya memelihara dua kucing ras. Jenisnya Persiaan Peaknose Longhair dan Persia Exotic Shorthair, plus beberapa kucing domestik yang juga saya rawat sendiri,” kata Rifky.

Kucing mania lainnya, Ayu. Dia seorang dokter di salah satu rumah sakit pemerintah. Ayu mengaku jatuh cinta dengan anak bulu itu sejak kuliah di Fakultas Kedokteran.

Baca: Kemenag Kalsel Buka Pendaftaran Online CPNS 2018 Besok, Info Kuota Diterima Klik Sscn.bkn.go.id

“Sebenarnya sih suka kucing dari kecil. Cuma mulai merawatnya sejak kuliah. Awalnya memelihara satu anak kucing sampai besar. Sampai akhirnya memiliki lebih 10 ekor,” tutur Ayu, warga Jalan PH M Noor Barabai.

Sebagian dari kucing milik Ayu, jenis Persia. Ada juga Himalaya dan angora. Kucing betinanya, akhirnya beranak pinak, hingga melahirkan sejumlah kitten.

Karena kewalahan merawat, akhirnya sebagian dikasihkan ke saudara, teman dan kerabatnya yang juga pencinta kucing untuk diadopsi. Namun, sebelum diadopsi pihak lain, Ayu memastikan pengasuhnya benar-benar cat lover.

“Saya tak ingin setelah diadopsi anak-anak bulu nanti telantar,” katanya.

Meski kini sudah menikah, Ayu mengatakan tak akan berhenti memelihara kucing. suaminya pun tak keberatan. “Soalnya, kucing itu makhluk Tuhan paling imut, cakep, cantik dan menggemaskan,” katanya.

Hal sama, menjadi alasan Akhmad Royani, jatuh cinta dengan kucing sejak dia kecil hingga dewasa.

“Sejak kecil kami sekeluarga sudah “bergaul” akrab dengan kucing. Karena kucing bisa menciptakan suasana gembira di rumah,”ungkapnya. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved