Pendaftaran CPNS 2018

CPNS 2018, Tenaga Honorer K-2 Tuntut Status Jadi CPNS, Sekda Kalsel Janji Naikkan Kesejahteraan

Para tenaga honorer K-2 menuntut keadilan dan mendesak revisi UU Aparatur Sipil Negera (ASN) atas pengabdian belasan hingga puluhan tahun.

CPNS 2018, Tenaga Honorer K-2 Tuntut Status Jadi CPNS, Sekda Kalsel Janji Naikkan Kesejahteraan
capture/BPost Edisi cetak
Banjarmasin Post edisi cetak 27 9 2018 2 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - GELOMBANG protes pegawai honor kategori dua (K-2 ) di Kalimantan Selatan masih belum berakhir. Mereka terus memperjuangkan nasibnya dengan mengadu ke wakil rakyat dan Pemerintah Provinsi Kalsel untuk yang kedua kalinya.

Para tenaga honorer K-2 menuntut keadilan dan mendesak revisi UU Aparatur Sipil Negera (ASN) atas pengabdian belasan hingga puluhan tahun mereka.

Di Kalimantan Selatan total ada sebanyak 2.731 honorer K-2 yang diselimuti keresahan, menyusul penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS). Para tenaga honorer K-2 terkendala persyaratan batasan usia.

Dari formasi yang disediakan pemerintah seusai batasan usia hanya 77 orang memenuhi syarat dalam formasi umum untuk bisa ikut tes. Sedangkan sisanya tidak bisa meraih mimpinya menjadi PNS.

Menyikapi kondisi ini para tenaga honorer K-2 yang tersebar di beberapa daerah tak putus asa memperjuangkan nasib mereka melalui perwakilan forum pegawai K-2 mendesak revisi UU ASN No 5/2014 yang masih digodok di DPR RI.

Baca: CPNS 2018, Bandi-Ayu Kaget Status Masih Aktif Kuliah, Server Forlap Kemenristekditi tak Bisa Diakses

Baca: Mendaftar CPNS 2018 di Link Sscn.bkn.go.id Pakai HP, BKN Ingatkan Pelamar Pendaftaran CPNS 2018

Baca: Gara-gara Ini, Daftar di Sistem Penerimaan CPNS 2018 Lewat Situs Sscn.bkn.go.id, Langsung Ditolak

Baca: Jadwal Siaran Langsung MNC TV Timnas U-16 Indonesia vs India Piala AFC U-16 2018 Malam ini

"Kami menutut segera direvisi, pak karena aturan tersebut mengganjal kami masuk PNS, menyusul syarat minimal usia 35 tahun dan harus berpendidikan strata satu (S1)," kata Masniah, ketua forum honorer K-2 Kalsel kepada para wakil rakyat dan pejabat Pemprov Kalsel, Rabu (26/9).

Sebagian besar honorer K-2 di Kalsel, sebut Masniah, tak memenuhi kedua kriteria tersebut, karena usia sudah terlalu tua.

"Belum lagi kalau kita bicara honor yang tak sepadan pak, di bawah UMR," kata Masniah.

Abdul Haris Makkie, Sekdaprov Kalsel mengaku prihatin dengan kondisi itu dan pihaknya berjanji komitmen akan memperhatikan kesehajahteraan pegawai honirer K-2 dengan mempertimbangkan meningkatkan honor mereka.

"Ya, kita akan perhatikan. Tapi tetap mengacu aturan hukum dan kemampuan keuangan daerah," ucap Haris Makkie.

Baca: CPNS 2018, Bandi-Ayu Kaget Status Masih Aktif Kuliah, Server Forlap Kemenristekditi tak Bisa Diakses

Baca: Tak Perlu Ubah Data Daftar CPNS 2018 di Sscn.bkn.go.id, BKN Hanya Perlu No Induk & Bisa Diakses

Baca: Jadwal & Prediksi Susunan Pemain Timnas U-16 Indonesia vs India Piala AFC U-16 2018 Live MNCTV

Sementara Muhammad Lutfi Saifudin, Sekretaris Komisi IV DPRD Kalsel, menyatakan siaap menyampaikan aspirasi ke DPR RI tentang desakan revisi UU ASN segera disahkan. "Karena itu kebijakan di pusat, maka kami siap menyauarakan ke pusat," ucapnya.

Para tenaga honorer K-2 melakukan protes atas seleksi CPNS yang dinilai tidak memihak pada mereka Selain Di Banjarmasin, aksi yang sama juga dilakukan para tenaga honorer K-2 di sejumlah daerah lainnya seperti Kabupaten Barito Kuala, Tabalong, Banjarbaru dan lainnya. Tuntutan mereka sama berharap bisa diangkat PNS tanpa syarat. (lis)

Baca lebih lengkap di Harian Banjarmasin Post Cetak dan ePapar Edisi Kamis (27/9/2018)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved