Pendaftaran CPNS 2018

Demi CPNS 2018, Guru Honor Ini Korbankan Waktu Kerja Demi Cek Status Kelulusan di Kemristekdikti

Pendaftaran CPNS 2018 telah dibuka sejak Rabu (26/9/2018). Setidaknya ada 11 syarat umum terhadap para calon pendaftar CPNS 2018.

Demi CPNS 2018, Guru Honor Ini Korbankan Waktu Kerja Demi Cek Status Kelulusan di Kemristekdikti
capture/BPost Edisi cetak
Banjarmasin Post edisi cetak Kamis (27/9/2018) Halaman 1 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pendaftaran CPNS 2018 telah dibuka sejak Rabu (26/9/2018). Setidaknya ada 11 syarat umum terhadap para calon pendaftar pegawai negeri sipil CPNS 2018.

Satu dari sebelas syarat dianggap memberatkan oleh sejumlah pelamar CPNS. Terutama poin mengharuskan calon pelamar CPNS 2018 merupakan lulusan berasal BAN-PT terdaftar di Forlap Kemenristekdikti.

Sejumlah calon pelamar CPNS mengeluhkan tidak bisa mengakses dan memastikan kelulusannya di Kemenristekdikti. Persoalan yang dialami beberapa alumni mahasiswa ULM Banjarmasin, lantaran adanya ketidaksinkronisasi data.

Ayu, lulusan jurusan Sendratasik FKIP ULM Banjarmasin terpakas harus memperbaiki data kelulusannya ke kampus, lantaran tidak sinkron dengan Forlap Kemenristekdikti. Dia terpaksa harus mengorbankan waktu bekerjanya untuk ke Banjarmasin dari tempat kerjanya di Kandangan, HSS.

"Saya kan harus bekerja Senin sampai Jumat. Sementara hari libur, cuma Sabtu dan Minggu,” sungut karyawarti bank di Kandangan, itu.

Baca: Gara-gara Ini, Daftar di Sistem Penerimaan CPNS 2018 Lewat Situs Sscn.bkn.go.id, Langsung Ditolak

Baca: CPNS 2018, Bandi-Ayu Kaget Status Masih Aktif Kuliah, Server Forlap Kemenristekditi tak Bisa Diakses

Baca: Mendaftar CPNS 2018 di Link Sscn.bkn.go.id Pakai HP, BKN Ingatkan Pelamar Pendaftaran CPNS 2018

Baca: Tak Perlu Ubah Data Daftar CPNS 2018 di Sscn.bkn.go.id, BKN Hanya Perlu No Induk & Bisa Diakses

Tingginya animo masyarakat terhadap penerimaan CPNS, membuat beberapa pelamar harus rela mengantre panjang. Seperti terlihat di gedung Rektorat ULM Banjarmasin yang biasanya relatif sepi, Rabu (26/9) pagi, justru sudah dipadati sejumlah alumni.

Nisa, warga Anjir Muara, Kabupaten Batola rela meninggalkan jam mengajarnya sebagai guru honor di sebuah madrasah tsanawiyah, demi mengurus persyaratan CPNS meliputi legalisir BAN-PT dan forlap di gedung Rektorat ULM Banjarmasin.

Selain menungg panjangnya antrean, Nisa juga kesulitan mengakses laman Forlap Kemenristekdikti. Nisa, Alumni ULM Banjarmasin lulusan 2016 mengaku cemas terjadi ketidakvalidan statusnya. "Tidak tahu juga kenapa. Saya sudah coba pukul 01.00 hingga 03.00 dinihari tadi. Tapi tetap saja tidak masuk-masuk. Sementara, persyaratan CPNS-kan, kelulusan pelamar harus terdaftar di Forlap. Makanya saya datang ke sini," ujarnya.

Ary Achdiyani, Plt Kepala BUK ULM Banjarmasin didampingi Arif Miratan, Kasubag TU PTIK, tidak menampik adanya kegelisahan para mahasiswa yang sudah lulus. Namun, keduanya menyebut persoalan itu bukan dari ULM, melainkan Kemenrisdikti yang sudah sepekan terakhir melakukan pemeliharaan atau maintenance terhadap servernya.

"Tadinya, mau tanggal 25 ini sudah rampung, tapi informasinya malah masih tidak bisa diakses,” jelas Ary. (gha)

Baca Lebih Lengkap di Harian Banjarmasin Post Cetak dan ePapar Edisi Kamis (27/9/2018)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved