Berita Tanahlaut

Kabut Asap Mulai Ganggu Pengendara di Tanahlaut

Kabut asap menyaput kawasan Desa Pandahan, Kecamatan Batibati, Kabupaten Tanahlaut, Provinsi Kalimantan Selatan

Kabut Asap Mulai Ganggu Pengendara di Tanahlaut
Istimewa/ kiriman Anton Kuswoyo
Kabut asap yang menyaput kawasan Desa Pandahan, Kecamatan Batibati, Kabupaten Tanahlaut, Provinsi Kalimantan Selatan, Jumat (28/9/2018) meresahkan pengendara. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Kabut asap yang menyaput kawasan Desa Pandahan, Kecamatan Batibati, Kabupaten Tanahlaut, Provinsi Kalimantan Selatan, Jumat (28/9/2018) meresahkan pengendara.

Itu karena jarak pandang pengendara dari arah Pelaihari menuju Kota Banjarmasin ataupun sebaliknya diperkirakan hanya sekitar 4 meter hingga 5 meter akibat pakarnya kabut asap.

Anton Kuswoyo, warga Kabupaten Tanahlaut yang menghadiri rapat penting di Kota Banjarmasin mengaku perjalanannya terhambat dan sedikit lamban.

Itu akibat mobil yang membawanya saat melintas di Jalan Nasional terganggu kabut asap di wilayah Desa Pandahan, Kecamatan Batibati hingga sepanjang menuju Kota Banjarmasin.

Baca: Gempa Bermagnitudo 7,7 SR Guncang Donggala Sulawesi Tengah, BMKG : Berpotensi Tsunami

Baca: BMKG : Beberapa Daerah Masuk Waspada Tsunami Pasca Gempa Bumi Donggala 7,7 SR di Sulteng

Menurut Anton Kuswoyo, persoalan kabut asap di Kalimantan Selatan harus segera ditangani agar tahun akan datang tidak terulang lagi.

"Sumber utama kabut asap pekat di wilayah Kalimantan Selatan adalah kebakaran lahan tidur. Ini harus segera diberantas dengan cara masyarakat harus diberi edukasi agar bersama mencegah terjadinya kebakaran lahan," katanya.

Kepala Desa Pandahan, Alpian Taurus mengatakan kabut asap pekat itu terjadi dalam dua hari ini. Sebelumnya, Kabut asap tidak sepekat dan itu dialami warga sekitar pukul 23.00 Wita hingga pukul 09.00 Wita.

Alpian Taurus mengaku hingga kini belum ada keluhan gangguan penyakit infeksi saluran pernafasan akut yang dialami warga Desa Pandahan. Itu karena kondisi kabur asap itu diakuinya kerap terjadi selama musim kemarau sehingga warganya seperti kebal terhadap dampak kabut asap.

Baca: Warga di Kalimantan Rasakan Getaran Gempa Bumi Donggala, BMKG : Waspada Tsunami

Baca: Status Terbaru Peringatan Dini Tsunami, Gempa Donggala Sulteng yang Bermagnitudo 7,7 SR dari BMKG

"Desa Pandahan ini terpapar kabut asap kiriman dari Kelurahan Ulin Selatan, Kecamatan Lianganggang, Kota Banjarbaru. Kalau di wilayah Kecamatan Batibati di Desa Pandahan sudah habis terbakar sebelum hujan kemarin," katanya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanahlaut, Antonius Jaka mengatakan pihaknya belum menerima hasil penelitian kondisi udara di Desa Pandahan dari Balai Penelitian Kesehatan Kota Banjarbaru.

"Memang sebelumnya ada pemberitahuan ingin melakukan pengukuran kabut asap di Desa Pandahan. Cuma hujan dan hasilnya seperti apa laporannya belum saya," katanya.

Baca: Jadwal Timnas U-16 Indonesia vs Australia di Perempat Final Piala AFC U-16 2018 Live MNC TV

Antonius Jaka mengatakan dampak dari kabut asap yang memapar wilayah Desa Pandahan juga belum dapat diketahui pihaknya.

"Senin paling dapat saya informasi apakah kabut asap di Desa Pandahan itu berdampak Ispa atau karena pengaruh perubahan cuaca hujan panas," katanya. (banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved