Gempa Donggala

Pasca Gempa Donggala Sulteng, Ratusan Pasien Alami Trauma di RS Poso, Begini Kondisinya

Dampak pasca gempa bumi di Donggala, Sulawesi Tengah langsung dirasakan sejumlah pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Poso.

Pasca Gempa Donggala Sulteng, Ratusan Pasien Alami Trauma di RS Poso, Begini Kondisinya
(MANSUR K103-15)
Suasana Pasien Korban Gempa Dirawat Dihalaman RSUD Poso Jumat (28/9/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Dampak pasca gempa bumi di Donggala, Sulawesi Tengah langsung dirasakan sejumlah pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Poso.

Ratusan pasien bahkan sampai alami trauma karena kejadian gempa bumi Donggala bermagnitude 7,4 SR itu.

Tak hanya itu, ratusan pasien itu harus menginap di halaman rumah sakit sambil menjalani perawatan.

Total ada 178 orang pasien yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Poso Sulawesi Tengah terpaksa harus menginap di halaman rumah sakit sambil menjalani perawatan.

Baca: BKN Ungkapkan Cara Daftar CPNS 2018 Via sscn.bkn.go.id Tanpa Lemot, 111.294 Akun Berhasil

Baca: Analisa BMKG, BPPT, Akademisi ITB Terkait Gempa Bumi Serta Tsunami di Palu dan Donggala Sulteng

Langkah tersebut diambil oleh pihak rumah sakit akibat pasien masih trauma serta adanya fasilitas yang rusak seperti dinding bangunan yang retak akibat guncangan gempa.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, hingga tengah malam rasa trauma dan ketakutan masih terus dirasakan oleh para pasien.

Mereka masih bertahan dan harus menjalani perawatan di luar ruangan atau halaman. Para pasien penderita berbagai penyakit itu enggan masuk ke kamar untuk menjalani perawatan akibat ketakutan terjadinya gempa susulan yang masih terus terjadi.

Baca: Reaksi Presiden Jokowi Soal Gempa Bumi di Donggala Sulteng, BMKG : 22 Kali Gempa Susulan

Baca: Jadwal & Klasemen MotoGP Thailand 2018 Live Trans 7, Sikap Rossi Antara Lorenzo dan Marquez

Muhamad Farham (20), pasien patah kaki asal Desa Malei, Kabupaten Tojo Una-Una mengaku takut untuk kembali masuk ke ruangan perawatan akibat masih adanya gempa susulan.

Menurut Farham,dia bersama keluarga yang ikut menjaga saat gempa terjadi masih trauma jika mengingat ratusan pasien histeris minta bantuan untuk keluar rumah sakit mencari tempat yang aman.

"Saya masih takut masuk kamar atau ruangan, lebih baik dirawat di halaman saja,kalau sudah betul-betul aman baru saya mau masuk,’’ ungkap Farham.

Halaman
12
Editor: Rendy Nicko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved