Berita Banjarbaru

10 Pondok Pesantren Akan Disosialisasikan Gerakan Hidup Sehat, Ini Tujuannya

Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama RI kembali mengadakan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) di 2018.

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama RI kembali mengadakan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) di 2018. Kali ini sasaran yang ingin dicapai yaitu gerakan tidak merokok, tidak mengkonsumsi minuman beralkohol, jamban sehat dan menjaga kebersihan lingkungan.

Menurut Ketua Pelaksana orientasi optimalisasi Germas dan penurunan stunting PPMNU yang juga ketua tujuh PPMNU, Hj Erna Yulia Soefihara saat ditemui di Dafam Q Hotel Banjarbaru, Senin (01/10/2018) kegiatan Germas akan lebih mengajak pondok pesantren dan majelis taklim dalam kegiatan.

Selain sebagai mitra PPMNU, pondok pesantren dan majelis taklim adalah wadah yang paling baik untuk menyosialisasikanjejakrekam Germas kepada masyarakat.

Pimpinan pondok pesantren dan majelis taklim dari Banjarbaru dan HSU nantinya akan diundang dalam orientasi yang akan diadakan pada Selasa (01/10/2018) di Dafam Q Hotel Banjarbaru.

"Pimpinan majelis taklim, pimpinan pondok pesantren nanti bisa mengajarkan hidup sehat kepada jemaah dan santri santriwatinya di sekolah nanti," jelas Hj Erna Yulia kepada Banjarmasinpost.co.id.

Baca: Bupati Tanahlaut Sukamta Minta Pernikahan Anak Usia Dini Ditekan, Ini Alasannya

Baca: Gagal ke Piala Dunia! Hasil Akhir Timnas U-16 Indonesia vs Australia Piala AFC U-16 2018 - Skor 2-3

Pada kegiatan Germas PPMNU 2017 lalu terangnya pihaknya telah menyosialisasikan tentang melakukan aktivitas fisik, budaya konsumsi buah dan sayur serta pemeriksaan kesehatan berkala. Namun di tahun ini ketujuh pedoman hidup sehat akan dilaksanakan semua.

Nantinya terang Hj Erna Yulia akan ada 10 pondok pesantren yang akan mengikuti orientasi dan mobilisasi Germas di Banjarbaru.

"Dua hari kegiatan kita di Banjarbaru, dan nanti dilanjutkan di HSU dengan kegiatan penurunan stunting bersama majelis taklim," terangnya.

Sementara pengarah program Germas dari Kemenkes RI, Ismoyowati mengatakan PPMNU bekerjasama dengan Kemenkes RI dalam pelaksanaan Germas. PPMNU ini terangnya memiliki potensi besar dalam menyosialisasikan Germas ke masyarakat. Pasalnya PPMNU memiliki mitra 56 ribu majelis taklim dan ribuan pondok pesantren sehingga pengetahuan akan Germas lebih mudah disosialisasikan.

"PPMNU ini sangat potensial, masyarakat sebagai pelaku pembangunan harus digerakkan, dan mereka harus kita berdayakan agar menjadi agen pembangunan," jelasnya.

Kali itu dalam rapat persiapan orientasi selain diikuti PPMNU pusat, wilayah juga diikuti Muslimat NU dari kabupaten dan kota di Kalsel. Tampak juga perwakilan Dinkes Provinsi Kalsel dan Kota Banjarbaru, serta Bappeda Kalsel.
(Banjarmasinpost.co.id/milna)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved