Berita Kotabaru

Bhabinkamtibmas Fasilitasi Perdamaian Antarwarga Desa Rampa, Dahlia Tidak Sempat Dipolisikan

Gara-gara tidak menepati janji, membayar angsuran atas pembelian barang berupa emas seberat 63 gram nyaris berujung penjara.

Bhabinkamtibmas Fasilitasi Perdamaian Antarwarga Desa Rampa, Dahlia Tidak Sempat Dipolisikan
IST
Difasilitasi Bhabinkamtibmas dan Kepala Desa Rampa persoalan warga akhirnya bisa diselesaikan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID,KOTABARU - Gara-gara tidak menepati janji, membayar angsuran atas pembelian barang berupa emas seberat 63 gram nyaris berujung penjara.

Dahlia, warga Desa Rampa, RT 13, Kecamatan Pulaulaut Utara ini nyaris berproses hukum setelah dilaporkan Siti Noriyanah, warga jalan Mega Indah, RT 7/4, Desa Semayap, Kecamatan Pulaulaut Utara.

Untungnya laporan tersebut hanya disampaikan Siti Noriyanah ke Kepala Desa Rampa, dibantu Bhabinkamtibmas Dedy Tri Wicaksono yang kemudian berinisiatif mempertemukan kedua pihak bertalian untuk dilakukan penyelesaian masalah (problem solving).

Kapolres Kotabaru AKBP Suhasto MH Sik melalui Kapolsek Pulaulaut Utara Iptu Iksan Prananto Sik membenarkan adanya permasalahan dugaan penipuan yang nyaris berujung ke proses hukum terhadap terlapor, Dahlia.

Kejadian bermula pada Agustus 2018 terlapor mendatangi pelapor untuk meminta dibelikan perhiasan emas seberat 63 gram dengan janji perhari akan dibayar sebesar Rp. 500.000.

Baca: Jadwal Chinese Taipei Open 2018 : Ihsan Unggulan, Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Dikabarkan Mundur?

Baca: Gagal ke Piala Dunia! Hasil Akhir Timnas U-16 Indonesia vs Australia Piala AFC U-16 2018 - Skor 2-3

Dengan lama pembayaran selama 65 hari, namun satu bulan sejak pembelian perhiasan tersebut terlapor tidak melakukan pembayaran sesuai dijanjikan kepada pelapor.

Menyelesaian persoalan tanpa harus melalui proses hukum, melalui Bhabinkamtibas bersama kepala desa melakukan pemanggilan pihak terlapor dan keluarga.

"Dilakukan .usyawarah dengan kedua belah pihak untuk mencari solusi terbaik guna menyelesaikan permasalahan tersebut," kata Iksan.

Alhasil penyelesaian masalah, pihak terlapor meminta waktu tiga bulan untuk melakukan pembayaran secara lunas dengan jaminan satu buah kapal balap terhitung mulai surat perjanjian tersebut di buat.

Pelapor menerima permintaan tenggang waktu yang diajukan oleh pihak terlapor. Namun, apabila bila pihak terlapor mengingkari perjanjian maka pihak pelapor akan menuntut sesuai hukum berlaku.

"Atas penyelesaian masalah ini kedua belah pihak berterima kasih diadakannya penyelesain masalah. Berharap kejadian itu tidak terulang dan tetap menjalin silaturahmi yang baik," katanya.

(BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved