Keanehan Tari Kuda Kepang

Dirasuki Makhluk Gaib Penari Ini Lahap Makan Beling, Lalu Bagaimana Kondisi Perutnya Ya?

Memang ketika melakukan aksinya, pemain di Kuda Kepang dalam keadaan tak sadar

Dirasuki Makhluk Gaib Penari Ini Lahap Makan Beling, Lalu Bagaimana Kondisi Perutnya Ya?
Istimewa
Kesenian Tari Kuda Kepang dari Paguyuban Kuda Kepang Mekar Sari Kabupaten Tabalong. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Saat menyaksikan Tari Kuda Kepang yang disertai aksi membahayakan misalnya seperti makan beling, pertanyaan yang muncul pastilah terkait bagaimana kondisi orang tersebut.

Memang ketika melakukan aksinya, pemain di Kuda Kepang dalam keadaan tak sadar karena konon katanya sedang kemasukan makhluk gaib.

Tapi apakah setelah sadar tetap tak merasa sakit dan tidak ada luka yang membekas di mulut, tenggorokan atau bahkan bagian dalam perutnya?

Baca: Setiap Syuro Semua Perlengkapan Harus Dibersihkan, Begini Ritualnya

Baca: Penari Ini Harus Jalani Ritual Khusus di Setiap Tahapan, Bila Melanggar Bisa Jadi Celaka

Baca: Tarian Ini Libatkan Makhluk dari Alam Gaib dalam Setiap Pertunjukan, Ini Penjelasannya

Baca: Ada Orang Khusus yang Bisa Pinjam Raga Orang Lain, Lalu Dimasuki Makhluk Alam Sebelah

Baca: Kental dengan Unsur Magis, Ternyata Tak Bisa Ditangani Sembarang Orang

Ternyata menurut pengakuan Eko, orang yang pernah makan beling dan dipecut saat pementasan tari Kuda Kepang, dirinya tak merasa ada sakit atau luka.

"Kalau pas makannya saya tak tahu karena tidak sadar," kata pria yang punya kemampuan dipinjam raga ini.

Sedangkan setelah melakukan aksi apa yang dirasakan tidak ada perubahan seperti kondisi sebelum dirinya melakukan aksi memakan beling.

Tari Kuda Kepang dari Paguyuban Kuda Kepang Mekar Sari.
Tari Kuda Kepang dari Paguyuban Kuda Kepang Mekar Sari. (Istimewa)

Semuanya berlangsung normal, makan dan minum juga tetap seperti biasa karena memang tidak merasa sakit dan tidak ada mengalami luka.

"Normal seperti biasa, asalkan sebelum menjadi orang yang dipinjam raga sudah melaksanakan ritual secara benar, termasuk kejujuran," ungkapnya.

Apabila dalam melakukan ritual tidak disertai kejujuran maka akibatnya akan fatal karena bisa akan ada luka, baik saat makan beling, dipecut atau lainnya.

Penari Kuda Kepang dari Paguyuban Kuda Kepang Mekar Sari, Kabupaten Tabalong.
Penari Kuda Kepang dari Paguyuban Kuda Kepang Mekar Sari, Kabupaten Tabalong. (Istimewa)

Eko juga mengakui dengan dirinya yang sering dipinjam raga, malah bisa membawa dampak positif dalam kehidupan sehari-harinya.

Soalnya agar bisa menjaga keselamatan saat melakukan aksi pinjam raga maka dalam keseharian terus berusaha untuk bisa menjaga diri agar tak melakukan pantangan seperti berdusta atau perbuatan lainnya yang tak benar. (banjarmasinpost.co.id/dony usman)

Penulis: Dony Usman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved