Berita Batola

NEWSVIDEO : Manfaatkan Lahan Mati, Petani Cabai di Desa Antar Baru Raup Penghasilan Rp 250 Juta

Berlokasi jauh dari perkotaan, membuat mayoritas penduduknya pun lebih memilih menjadi sebagai pekerja sawit di desanya.

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sekilas tidak ada istimewa bila menengok kehidupan di Desa Antar Baru Kecamatan Marabahan Kota Kabupaten Barito Kuala (Batola).

Berlokasi jauh dari perkotaan, membuat mayoritas penduduknya pun lebih memilih menjadi sebagai pekerja sawit di desanya.

Padahal bila melihat potensi Desa Antar Baru, tidak sedikit lahan kosong yang terbentang.

Namun lantaran kondisi tanah yang tandus dan asam, sehingga membuat warga pun enggan memanfaatkannya.

Tapi bagi Rehan, lahan mati itu justru sebaliknya. Warga Antar Baru Kelurahan Marabahan tersebut itu mampu menyulap hutan galam menjadi kebun cabai.

Bahkan tak tanggung-tanggung atas jerih payahnya yang hanya berselang selama tiga bulan terakhir tersebut, Rehan ditaksir akan memperoleh pendapatan sebesar Rp 250 juta.

Baca: Pendaftaran CPNS 2018 di sscn.bkn.go.id, Gaji & Tunjangan Menggiurkan, Lebih dari UMP Lho!

Baca: Jadwal Chinese Taipei Open 2018 : Ihsan Unggulan, Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Dikabarkan Mundur?

Kepada Bpost, pria yang akrab disapa Parno itu menceritakan menanam cabai sebetulnya bukan hal yang baru ia tekuni.

Melainkan terhitung sejak dua tahun yang lalu, namun hanya saja berbagai kendala pun kerap melandanya, yang bahkan berujung pada kerugian.

" Sebetulnya sudah dari dulu. Cuman waktu itu karena bedeng media tanamnya di sela pohon sawit. Sehingga hasilnya pun mengecewakan," ceritanya.

Selain itu menurut Parno bercocok tanam di perkebunan sawit sebetulnya bukan hal yang mudah. Karena selain harus memerlukan pupuk yang lebih banyak, ia juga dihadapkan pengairan yang cukup.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved