Berita Kotabaru

Solar Langka, Nelayan Rampa Tukarkan Ikan dengan BBM di Kapal Besar

Persoalan kesulitan nelayan mendapatkan solar atau bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional setiap akan melaut belum juga berakhir.

Solar Langka, Nelayan Rampa Tukarkan Ikan dengan BBM di Kapal Besar
BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah
Perahu milik nelayan Rampa Kotabaru yang tak bisa melaut karena kesulitan mendapatakan BBM. 

BANJARMASINPOST.CO.ID,KOTABARU - Persoalan kesulitan nelayan mendapatkan solar atau bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional setiap akan melaut belum juga berakhir. Sudah dua pekan lebih mereka mengalami kelangkaan.

Sebelumnya kelangkaan dialami ratusan nelayan di Desa Rampa, Kecamatan Pulaulaut Sebuku. Kini sudah lebih dua pekan, persoalan serupa dialami nelayan tradisiional di desa Rampa, Kecamatan Pulaulaut Utara.

Agar tetap bisa melaut nelayan di desa Rampa, Kecamatan Pulaulaut Utara ini terpaksa berburu 'solar laut'. Atau solar mereka dapatkan di kapal-kapal besar yang labuh jangkar di perairan Kotabaru.

"Caranya ditukar dengan ikan hasil tangkapan. Bisa dapat dua sampai empat jeriken (ukuran 25 liter)," kata Jenal salah seorang nelayan kepada banjarmasinpost.co.id, Senin (1/10/2018).

Baca: Hasil Timnas U-16 Indonesia vs Australia di Piala AFC U-16 2018 - Skor 1-3 Sementara Babak Kedua

Baca: Gagal ke Piala Dunia! Hasil Akhir Timnas U-16 Indonesia vs Australia Piala AFC U-16 2018 - Skor 2-3

Menurut Jenal, penukaran ikan dengan BBM di kapal-kapal besar yang labuh jangkar di perairan Kotabaru, terpaksa selain dilakukan nelayan. Juga dilakukan pengecer warung kecir hanya untuk membantu nelayan.

"Dapat dua atau empat jeriken, hanya sebentar habis dibeli nelayan yang mau ke laut. Harganya Rp 7.500 sampai Rp 8.000. Itu pun kalau ada," ucapnya.

Jenal menambahkan, kesulitan mendapatkan BBM. Hingga memaksa mereka menukar ikan hasil tangkap, untuk ketersediaan BBM saat ingin melaut.

Namun membuatnya bingung, sulitnya mendapat BBM sampai di pengecer atau warung-warung kecil. Terlebih solar subsidi di stasiun solat paker dialer nelayan (SPDN) yang sering kosong.

"Selalu kosong di SPDN. Tidak tahu kemana solarnya. Padahal di Rampa (nelayan) banyak membeli dieceran. Apalagi ada kabar harga solar akan naik," keluhnya dengan nada bingung.

Senada diungkapkan Rudi, nelayan Rampa, Kecamatan Pulaulaut Utara. Selama tidak lagi mendapatkan BBM di SPDN, terpaksa mencari dieceran.

Baca: Peledakan di Tambang Sebabkan Rumah Retak, Warga Kelumpang Tapin Datangi Polsek Bungur

Baca: Helpdesk Pendaftaran CPNS 2018 di Link Sscn.bkn.go.id Bermasalah BKN Tegaskan ini pada Pelamar

Halaman
12
Penulis: Herliansyah
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved