Berita Banjarmasin

Taekwondoin Kalsel, Putri Terpaksa Berangkat Ikut Kejurnas di Bali Dengan Biaya Sendiri

Taekwondoin Kalsel berangkat menggunakan dana sendiri mengikuti ajang Kejurnas Taekwondo bertajuk Walikota Denpasar Bali Cup 2018

Taekwondoin Kalsel, Putri Terpaksa Berangkat Ikut Kejurnas di Bali Dengan Biaya Sendiri
banjarmasinpost.co.id/burhani yunus
Putri bersama sang kakak Rahmatullah Hasriyanoor Hanafi ketika memperkuat kontingen Porprov Banjarmasin 2017 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - TAEKWONDOIN Kalimantan Selatan berangkat menggunakan dana sendiri mengikuti ajang Kejuaraan Nasional Taekwondo bertajuk Walikota Denpasar Bali Cup 2018 di Bali 19-23 Oktober mendatang.

"Saya ikut karena untuk menambah pengalaman dan jam terbang bertanding. Saat ini saya hanya bisa berlatih dan berlatih," kata Putri Zarah Zatira.

Baca: Heboh Video Mesum UIN SGD Bandung Viral, Perekam Video Masih Misterius, Diduga Seorang Perempuan

Dikatakan peraih medali perak pada Pekan Olahraga Provinsi Kalsel Tanjung Kabupaten Tabalong 2017 ini, dia bersama sembilan taekwodoin dari beberapa daerah di kabupaten kota se Kalimantan Selatan mengikuti kejuaraan itu lantaran tidak mendapat dukungan dan sport dari pemerintah dan KONI Banjarmasin maupun KONI Provinsi Kalimantan Selatan.

"KONI Provinsi hanya memberangkat memberangkatkan sekali dari semua cabang olahraga yang mengikuti kejurnas. Apakah itu kejurnas junior atau senior. Pokoknya sekali saja," kata taekwondoin DAN 2 kelahiran 2000 ini.

Baca: 11 Laga Sisa Persib Bandung di Liga 1 Usai Sanksi Tewasnya Anggota The Jakmania, Persib vs Persija

Baca: LIVE RCTI! Jadwal Liga Champions Juventus vs Young Boys Disiarkan Langsung K-Vision, Ronaldo Absen

Putri mengatakan, keikutsertaanya pada turnamen terbuka itu juga sekaligus untuk persiapan tampil di babak kualifikasi PON.

"Saya punya prinsip tidak ingin menjadi jago kandang," kata Putri yang merupakan adik kandung Rahmatullah Hasrianyanoor Hanafi salah satu mantan pemain Futsal Timnas Indonesia U 20 asal Banjarmasin ini.

Hal tersebut diakui Sekretatis Taekwondoin Kalimantan Selatan Jufhari.

Jufhari mengatakan, pihaknya harus memilih karena KONI Kalsel hanya membantu sekali kejuaraan nasional dan itu pun bantuannya terbatas hanya sekitar Ro 15 juta.

Jufhari mengatakan, pengalaman jam terbang bertanding keluar sangat penting terlebih taekwondoin bukan cabang unggulan KONI Kalsel.

"Kita mau bagaimana lagi terpaksa taekwondoin berangkat dengan biaya sendiri", kata Jufhari.

H Gusti Perdana mengatakan, pihaknya hanya membantu hanya sekali setiap kali cabang olahraga mengikuti kejuaraan nasional karena minumnya anggaran yang diberikan pemerintah Kalsel.

"Kita KONI hanya diberi bantuan Rp 11 miliar, sedangkan untuk bidang prestasi hanya Rp 786 juta dari 40 lebih cabang olahraga", kata Gusti Perdana. (banjarmasinpost.co.id/burhani yunus)

Penulis: Burhani Yunus
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved