Rusunawa

Begini Rumitnya Proses Pembangunan Rusunawa di Muara Kelayan

PEMBANGUNAN rumah susun sewa (Rusunawa) di Banjarmasin menjadi prestasi bagi Pemerintah Kota Banjarmasin.

Begini Rumitnya Proses Pembangunan Rusunawa di Muara Kelayan
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - PEMBANGUNAN rumah susun sewa (Rusunawa) di Banjarmasin menjadi prestasi bagi Pemerintah Kota Banjarmasin.

Terlebih, pembangunan rusunawa di Muara Kelayan merupakan bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang anggarannya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Rp 16,15 miliar.

Ahmad Fanani Syaifudin, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Banjarmasin, menjelaskan, ada beberapa syarat agar pemerintah pusat bersedia memberikan kucuran dana pembangunan.

Baca: Fakta Baru Video Mesum UIN Bandung, Pelaku Aktif Kegiatan Kampus, Mahasiswa Mengaku Malu

Baca: Rincian Formasi Instansi Favorit Pendaftaran CPNS 2018 via sscn.bkn.go.id, Pemprov Kalsel?

Yakni lahan harus tersedia (sharing lahan clear and clean), kesiapan untuk yang mengisi, dan kesiapan untuk pengelolaan.

Agar bantuan rusunawa bisa didapatkan, pihaknya selalu berkoordinasi dengan kemeterian baik langsung maupun melalui satker pusat di provinsi.

Kata dia, untuk pembangunan rusunawa di Muara Kelayan tidak mudah.
“Apalagi itu berkait dengan pembebasan lahan,” ujarnya.

Baca: Belajar Bareng Bilqis, Anak Ayu Ting Ting, Ivan Gunawan Lagi-Lagi Bikin Netizen Baper

Baca: Keterangan Resmi BMKG Soal Ramalan Gempa Jakarta 8,9 SR Disertai Tsunami Setinggi 5 Meter yang Viral

Pihaknya mulai melakukan pembebasan secara bertahap sejak tahun 2015 hingga 2017.

Selain pembebasan memerlukan anggaran yang besar.

Proses negosiasi dengan warga tidak mudah.

"Proses negosiasi dengan warga minimal tiga kali pertemuan setelah terlebih dahulu dilakukan sosialisasi," beber Fanani.

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved