Berita Nasional

Gunung Anak Krakatau Meletus 156 Kali, BNPB : Status Waspada dan Radius Aman 2 Kilometer

Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung mengeluarkan lontaran pijar ke segala arah

Gunung Anak Krakatau Meletus 156 Kali, BNPB : Status Waspada dan Radius Aman 2 Kilometer
TWITTER
Anak Gunung Krakatau meletus sebayak 49 kali sepanjang Jumat (3/8/2018) pagi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Belum selesai penanganan gempa bumi di Donggala dan tsunami di Palu Sulawesi Tengah, kali ini Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung mengeluarkan lontaran pijar ke segala arah serta aliran lava pijar ke selatan.

Hingga Selasa (2/10/2018) dini hari, sudah terjadi ratusan letusan Gunung Anak Krakatau.

Bahkan Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Puwo Nugroho menyebutkan bahwa Gunung Anak Krakatau hampir setiap hari meletus.

Baca: Gunung Anak Krakatau Meletus Tiap Hari, Badan Geologi Pantau 69 Gunung Berapi Terus-menerus

Baca: Gunung Soputan di Sulawesi Utara Meletus, Keluarkan Abu Vulkanik 4000 Meter, Ini Kata BNPB

Baca: Keterangan PVMBG Terkait Gunung Soputan Sulawesi Utara yang Berstatus Siaga, Ini Rekomendasinya

Baca: Penjelasan BMKG Soal Ramalan Gempa Jakarta 8,9 SR Disertai Tsunami Setinggi 5 Meter yang Viral

Baca: Hore! Pendaftaran CPNS 2018 Diundur, BKN Bagikan Tips Mudah Akses sscn.bkn.go.id

Baca: Viral Video Mesum Mahasiswa UIN, Pihak Kampus Membenarkan

"Pada 2/10/2018 terjadi 156 kali letusan yang melontarkan abu, pasir dan lava pijar. Status Waspada," tulisnya di akun twitternya @Sutopo_PN

Menurut dia, sampai saat ini kondisinya aman jika berada di luar radius 2 km dari kawah. Menarik untuk wisata melihat fenomena gunung meletus di tempat aman.

Sementara itu, laporan tertulis staf Kementerian ESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunungi Anak Krakatau Jumono yang diterima di Bandarlampung, Selasa pagi, periode pengamatan 1 Oktober 2018 pukul 00:00 WIB, secara visual kondisi gunung berkabut 0-III, sedangkan asap kawah tidak teramati dan ombak laut tenang.

Terdengar pula suara dentuman dan getaran dengan intensitas lemah hingga kuat yang dirasakan di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau.

Baca: Penjelasan Polri Soal Dugaan Aktivis #2019GantiPresiden Ratna Sarumpaet Dipukuli Orang Misterius

Baca: Pernyataan Resmi Persib Bandung Soal Sanksi Imbas Tewasnya Anggota The Jakmania, Persib vs Persija

Disebutkan pula, terjadi kegempaan tremor menerus, dengan amplitudo 5-50 mm dan dominan 45 mm.

Cuaca di gunung api yang berdiri di dalam laut dengan ketinggian 338 meter dari permukaan laut (mdpl) ini teramati  cerah dan berawan.

 Angin bertiup lemah ke arah utara, timur laut, tenggara, dan barat laut.

Suhu udara 26-32 derajat Celsius, kelembapan udara 59-87 persen, dan tekanan udara 0-0 mmHg.

Diumumkan pula, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau mencapai Level II (Waspada), dan direkomendasikan masyarakat maupun wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawasan dalam radius 2 km dari kawah.

Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved