Berita Kalteng

Sopir Travel Murakata Tewas Mengapung di Sungai Mentaya, Diduga Dianiaya Karena Urusan Asmara

kabar yang beredar di kalangan rekannya sesama sopir travel, korban diduga tewas akibat dianiaya karena masalah asmara.

Sopir Travel Murakata Tewas Mengapung di Sungai Mentaya, Diduga Dianiaya Karena Urusan Asmara
capture/Metro Banjar Edisi cetak
Metro Banjar Edisi Kamis (4/10/2018) Halaman 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMPIT - Sejumlah orang langsung dimintai keterangan oleh Polres Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Rabu (3/10/2018). Ini menyusul ditemukannya mayat lelaki bernama Zaidi (30) yang mengapung di Sungai Mentaya Sampit. Soalnya di tubuh sopir Travel Murakata Jurusan Sampit-Banjarmasin tersebut terdapat luka memar di wajah dan tubuhnya.

Salah satu yang dimintai keterangan adalah Arin, bos Travel Murakata Sampit. Informasi yang terhimpun dari Arin, pada Selasa (2/10/2018) malam, sebelum korban ditemukan, dia mendapat telepon dari seseorang tak dikenal.

Suara di telepon itu suara laki-laki yang menegaskan, Zaidi telah tewas. Namun orang itu mengaku bingung hendak mengirim kemana jenazah Zaidi. Oleh karena itu dia mengaku menelepon Arin.

"Saya kaget tadi malam ada lelaki yang menelepon. Saya tidak tahu siapa orang itu. Dia mengatakan Zaidi sudah tewas dan mayatnya mau dikirim kemana. Memang sudah dua hari korban hilang dan kami cari belum ketemu," kata Arin.

Baca: Pendaftaran CPNS 2018 di Sscn.bkn.go.id, Instansi Ini Sepi Peminat Padahal Gajinya di Atas 10 Juta

Baca: Ada Kertas yang Sengaja Dibakar, Plafon Kantor Satpol PP Pemkab Banjar Hangus

Baca: Temukan Dokumen Ganda Pendaftaran CPNS 2018 di Portal Sscn.bkn.go.id? Lapor Saja ke BKN

Sementara itu, kabar yang beredar di kalangan rekannya, korban yang telah bengkak dan menimbulkan bau itu diduga tewas akibat dianiaya karena masalah asmara.

Kasus yang menimpa warga Desa Rantau Keminting Kecamatan Labuan Amas Utara Kabupaten Hulu Sungai Tengah ini menjadi perbincangan rekan dan warga.
"Kami lihat mukanya memar dan membiru seperti bekas penganiayaan. Tadi jenazah dibawa polisi ke RS Murjani untuk divisum. Tapi kami menduga dia dianiaya hingga meninggal dunia," ujar Fahri, rekan korban.

Polisi belum memberikan keterangan resmi terkait penemuan jenazah di Sungai Mentaya tersebut. Namun warga dan rekan korban menduga Zaidi tewas dianiaya kemudian mayatnya dibuang ke Sungai Mentaya.

Warga yang bermukim di bantaran sungai sempat mengira mayat Zaini adalah batang pohon yang hanyut. Warga yang penasaran dengan mengunakan kelotok menuju ke tengah sungai dan setelah mendekat ternyata benda tersebut adalah mayat lelaki.

Warga kemudian menarik mayat ke lanting di belakang Hotel Ariandi Jalan Iskandar Sampit. (tur)

Baca lebih lengkap di Harian Metro Banjar Edisi Kamis (4/10/2018)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved