Kisah Pemulung di TPA Basirih

Mengais Rezeki di TPA Basirih, Pemulung Pernah Dapat Uang Rp 50 Juta Terbungkus Plastik Enam Lapis

Saiful mengaku sudah lebih dari tujuh tahun menjadi pemulung di TPA Basirih. Ia mengaku sering mendapat barang-barang berharga.

Mengais Rezeki di TPA Basirih, Pemulung Pernah Dapat Uang Rp 50 Juta Terbungkus Plastik Enam Lapis
banjarmasinpost.co.id/eka pertiwi
Pemulung sedang mengais sampah di TPA Basirih, Banjarmasin Selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN- Di antara tumpukan sampah di TPA Basirih Banjarmasin Selatan, Banjarmasin, rupanya banyak yang menggantungkan nasib di area tersebut. Mulai pagi hingga malam hari tak pernah sepi akan pemulung.

Bermodalkan keranjang, dan besi pengait sampah, para pemulung mulai memilah dan memilih jenis sampah.

Apalagi saat mobil sampah datang. Para pemulung sampah segera mengerubuti mobil tersebut.

Saiful mengaku sudah lebih dari tujuh tahun menjadi pemulung di TPA Basirih. Ia mengaku sering mendapat barang-barang berharga.

"Kalau handphone itu setiap hari ada dapat biasanya. Ada yang mati ada juga yang hidup, kadang-kadang. Dulu itu juga ada yang pernah dapat emas batangan, teman saya. Dulu dijual 70 juta," bebernya.

Baca: Ramai Soal Hoax Ratna Sarumpaet, Ustadz Abdul Somad Beberkan Hukum Operasi Plastik

Baca: Formasi CPNS 2018 Menghilang di Link sscn.bkn.go.id, Pelamar Pendaftaran CPNS 2018 Resah, BKN?

Baca: Rezeki Nomplok Ditumpukan Sampah, Pemulung Ini Pernah Dapat Benda-benda Ini di TPA Basirih

Bahkan teman Saiful ada yang pernah mendapat uang tunai puluhan juta.

"Pernah juga di sini ada yang dapat uang tunai 50 juta. Uang tunai, dibungkus plastik berlapis. Itu lama sekali. Yang jelas dapat disini bermacam-macam," ujarnya. Plastiknya aja enam lapis. Sudah lama pang itu dulu. Ya macam-macam lah kami dapatnya itu," jelasnya.

Selain emas dan uang tunai, barang elektronik lainnya juga sering ikut terbuang di TPA Basirih. "Mesin kendaraan, tv, dvd, dan lain-lain pernah dapat. Setelah itu diperbaiki, atau langsung dijual," ujar Saiful.

Selain itu sopir juga sering minta carikan handphonr. Kemudian nanti ditebus. Ia mengaku sering dapat handphone.

"Kalo dikumpulkan bisa banyak. Setiap hari ada aja biasanya," jelasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved