Berita Banjarmasin

Ngaku Polis, Pemeras yang Ancam Sebarkan Video Telanjang Korban, Dibekuk Polisi di LP Lampung

Petugas unit siber Dit Reskrimsus Polda Kalsel yang melakukan penelusuran atas kasus ini akhirnya berhasil menemukan pelaku

Ngaku Polis, Pemeras yang Ancam Sebarkan Video Telanjang Korban, Dibekuk Polisi di LP Lampung
ho/polda kalsel
Pelaku pemerasan lewat video call saat diamankan petugas dari Polda Kalsel di LP Lampung 

BANJARMASINPOST.CO.ID,BANJARMASIN - Melati (30) --sebut saja-- warga Kabupaten Tanah Bumbu tertipu rayuan oleh seseorang lelaki teman dekatnya sendiri. Ia diperas setelah diancam video call nya yang telanjang direkam oleh pelaku. Akhirnya ia pun mengirimkan sejumlah uang tertentu agar videonya tak disebarkan.

Beruntung petugas unit siber Dit Reskrimsus Polda Kalsel yang melakukan penelusuran atas kasus ini akhirnya berhasil menemukan pelaku yang mengaku-ngaku anggota kepollisian tersebut dan menangkapnya di satu LP di Lampung dengan diback up petugas Resmob Polda Lampung.

Direktur Kriminal Khusus Polda Kalsel Kombes Rizal Irawan didampingi Kabid Humas AKBP M Rifai serta Kasubdit 2 / PPUKDM Dit Reskrimsus Polda Kalsel AKBP Zaenal Arifien , Jumat (5/10/018) sore mengatakan pelaku dibekuk pada Selasa (2/10) malam oleh unit Unit Siber Subdit 2 / PPUKDM Dit Reskrimsus Polda Kalsel .

Menurutnya modus para pelaku yakni satu pelaku bernama Candra mengaku sebagai anggota Polri dan membuat facebook (FB) atas nama Wahyu Agung Wibowo , kemudian tak lama kemudian berkenalan dengan korban Melati (bukan nama sebenarnya,Red).

Baca: Ramai Soal Hoax Ratna Sarumpaet, Ustadz Abdul Somad Beberkan Hukum Operasi Plastik

Baca: Formasi CPNS 2018 Menghilang di Link sscn.bkn.go.id, Pelamar Pendaftaran CPNS 2018 Resah, BKN?

Baca: Jelang Liverpool Vs Manchester City, Guardiola: The Reds Salah Satu Tim Terbaik Liga Inggris

Tak berapa lama pelalu dan korban akhirnya berpacaran dan rupanya pelaku membujuk rayu akan menikahi korban dan pelaku meminta korban Video Call secara telanjang dan tanpa disadari korban video itu direkam.

Alhasil Kemudian setelah mendapatkan video telanjang korban pelaku memeras korban dengan meminta sejumlah uang dan mengancam akan mengunggah video tersebut ke FB.

Karena takut akhirnya korban mengirimkan sejumlah dana ke pelaku melalui rekening satu bank atas nama Wahyu Agung Wibowo yang didapat pelaku setelah bekerjasama dengan Ilham juga sesama napi.

Ilham sendiri menggunakan rekening adik iparnya yang bernama Wahyu Agunh Wibowo . Dan atas transferan dana korban, Ilham mendapatkan keuntungan 10% dari dana yang ditransfer dan Wahyu Agung mendapatana upah sebesar Rp 200 ribu dari Ilham.

"Dari tiga pelaku, dua pelaku merupakan napi dan satu atas nama Wahyu bukan. Wahyu kita bawa ke Polda Kalsel," ucap Zaenal menerangkan.(banjarmasinpost.co.id/irfani)

Penulis: Irfani Rahman
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved