Kisah Pemulung di TPA Basirih

Puing Kebakaran Jadi Ladang Rezeki Bagi Pemulung, Bahkan Sampai Koleksi Jam Tangan

Pemulung ini mengaku serpihan emas tersebut sering didapat ketika pengangkut sampah membawa puing sisa kebakaran.

Puing Kebakaran Jadi Ladang Rezeki Bagi Pemulung, Bahkan Sampai Koleksi Jam Tangan
banjarmasinpost.co.id/eka pertiwi
Tumpukan sampah menggunung di TPA Basirih Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Saat kebakaran pun menjadi rezeki tersendiri bagi para pemulung yang biasa mencari rezeki di TPA Basirih, Banjarmasin Selatan, Banjarmasin.

Biasanya, sampah kebakaran terdapat benda berhaga. Ya apalagi kalau bukan serpihan emas.

Pemulung ini mengaku serpihan emas tersebut sering didapat ketika pengangkut sampah membawa puing sisa kebakaran.

"Di sini yang rame itu kalo ada sampah dari kebakaran. Biasanya ada emasnya di serpihannya itu. Kalo emas biasanya langsung di jual ke toko, enggak di jual di sini," ujar pemulung di TPA Basirih, Saiful.

Baca: Mengais Rezeki di TPA Basirih, Pemulung Pernah Dapat Uang Rp 50 Juta Terbungkus Plastik Enam Lapis

Baca: Ramai Soal Hoax Ratna Sarumpaet, Ustadz Abdul Somad Beberkan Hukum Operasi Plastik

Selain serpihan emas, Saiful juga sering menemukan jam tangan (arloji). Saking banyaknya. Ia bahkan mengoleksi beberapa.

Bahkan hampir setiap hari ia mengganti arloji miliknya.

"Ini nah aku ganti-ganti jam tangan, ada banyak di rumah dapat di tumpukan sampah. Terkadang dijual kalo nggak cocok jamnya," katanya. (Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved