Gempa Donggala

Gunakan Bahan-bahan Alami, Rumah Tradisional Sulawesi, Tahan Gempa dan Tsunami

Rancangan rumah panggung di Palu memiliki kelebihan, yaitu mampu bertahan terhadap banjir dan tsunami.

Gunakan Bahan-bahan Alami, Rumah Tradisional Sulawesi, Tahan Gempa dan Tsunami
Dokumen Chandara Alam/KOMPAS.com
Salah satu rumah adat Sulawesi Tengah 

"Jadi banyak sekali, itu baru satu daerah administrasi," ungkap Rifai. Rifai menambahkan, bahkan dalam satu wilayah administrasi dengan berbagai suku, juga memiliki ciri bangunan yang berbeda.

"Seperti suku kaili, di Kabupaten Donggala, Sigi dan Parigi, mengikuti karakteristik kawasan masing-masing," imbuh dia.

Baca: LINK LIVE STREAMING OChannel Mitra Kukar vs PSM Makassar Liga 1 2018 - Siaran Langsung O Channel

Baca: Live Beinsport 1! Jadwal Siaran Langsung Fulham vs Arsenal Liga Inggris Pekan 8 Malam Ini

Perbedaan ini terletak pada pola ruang, namun secara struktur, rumah tradisional di Sulawesi memiliki prinsip yang serupa. Hampir semua jenis rumah panggung menggunakan batu sebagai struktur penguat fondasi. Batu-batu tersebut berada di titik-titik tertentu. Namun khusus untuk bangunan Lobo, masyarakat menggunakan log kayu dengan ukuran yang besar.

"Fondasinya unik, terbuat dari log kayu besar yang disusun," ucap Rifai. Masing-masing kayu disusun melintang dan menindih satu sama lain. Susunan kayu inilah yang nantinya menjadi fondasi rumah. Fondasi rumah dibangun dengan ketinggian sekitar satu meter.

Model bangunan ini menunjukkan perbedaan antara bangunan di dataran tinggi dan dataran rendah. Bangunan di dataran tinggi menggunakan fondasi log kayu, seperti rumah Lobo, sedangkan rumah-rumah di dataran rendah seperti Palu menggunakan model panggung. (KOMPAS.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rumah Tradisional Sulawesi, Tahan Gempa dan Tsunami"
(Penulis : Rosiana Haryanti/KOMPAS)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved