Ekonomi dan Bisnis

Mau Kopi Gaharu Perkasa? Klik di Situs Ini, 'Omset Penjualan Rp 50 juta Per Bulan'

Muhammad Makinudin telah menghasilkan berbagai olahan dari daun gaharu dengan nama usaha Makin Jaya Agung.

Mau Kopi Gaharu Perkasa? Klik di Situs Ini, 'Omset Penjualan Rp 50 juta Per Bulan'
muhammad maulana
Cewek-cewek cantik ini perlihatkan berbagai macam produk bisa dibuat dari bahan dasar daun Gaharu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Berbagai macam produk bisa dibuat dari bahan dasar daun Gaharu, produk tersebut juga menghasilkan nilai ekonomi yang cukup tinggi.

Hal ini yang dilakukan Muhammad Makinudin, ia menghasilkan berbagai olahan dari daun gaharu dengan nama usaha Makin Jaya Agung.

"Saya mengolah gaharu dijadikan teh gaharu, sari gaharu, sabun gaharu, kopi gaharu perkasa, dan kopi gaharu pasak bumi," ujar Makinudin.

Baca: Badan Terasa Sehat dan Bugar, Ternyata Ini yang Dikonsumsi Warga Desa Tiap Hari

Ia memaparkan pertama kali produksi sejak 2014, karena terinspirasi dari pasar gaharu internasional.

Soal produksi, ia mengaku masih melakukan secara tradisional dengan konsep semi modern.

"Jadi daun gaharu dipetik dari kebun, kemudian dikeringkan untuk selanjutnya dioven. Lalu digiling, setelah jadi serbuk dimasukkan ke kantong celup untuk dikemas dengan aluminium foil lalu di kemas karton dan siap dipasarkan," rincinya.

Baca: Ratna Sarumpaet Dapat Gelar Ibu Hoax Indonesia, Maruf Amin Malah Terkekeh Kekeh

Ia melanjutkan harga yang dibanderol untuk teh gaharu Rp 25.000, sari gaharu Rp 35.000, sabun gaharu Rp 35.000, kopi gaharu perkasa Rp 100.000, dan kopi gaharu pasak bumi Rp 25.000.

Ia menuturkan untuk pemasaran melalui toko-toko sentra oleh-oleh, warung jamu, hingga minimarket.

"Kami juga memasarkan secara online, melalui website www.makinjayaagung.co.id," ungkapnya.

Ia menambahkan selain di Kalsel, produknya juga dikirim ke agen-agen yang ada di Bali, Banyuwangi, Jember, Solo, Cilacap, Kebumen, Palembang, Makassar, Palu, Tarakan, dan Lombok.

Baca: Presiden Jokowi Sebut Penyebar Foto Tsunami Aceh 2004 Biadab!

"Perkembangan usaha ini cukup bagus, mengalami kenaikan penjualan dari tahun ke tahun," ungkapnya.

Meski demikian ia mengaku masih terkendala untuk lebih mengembangkan usahanya karena keterbatasan modal.

"Kedepannya kami mengharapkan dukungan para investor atau pemilik modal untuk menanamkan modal di usaha kami dengan konsep bagi hasil," harapnya.

Ia membeberkan omzet penjualan produk gaharunya perbulan antara Rp 25 juta hingga Rp 50 juta. "Padahal kalau ada dana modal bisa ciptakan omzet yang lebih besar lagi dengan cara memperbanyak outlet," tandasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Maulana)

Penulis: M Maulana
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved