Berita Internasional

Tes DNA Persatukan Anak yang Terpisah 13 Tahun dari Keluarga Kandungnya, Ini Momen Harunya

Tes DNA Persatukan Anak yang Terpisah 13 Tahun dari Keluarga Kandungnya, Ini Momen Harunya

Tes DNA Persatukan Anak yang Terpisah 13 Tahun dari Keluarga Kandungnya, Ini Momen Harunya
Asia Wire
Liang dan Bowers, orangtua dan anak yang terpisah selama 13 tahun 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Tes DNA positif membantu menyatukan kembali wanita muda dengan keluarga kandungnya di China 13 tahun setelah ia menghilang ketika ia berusia lima tahun.

Kylee Bowers yang dikenal sebagai Liang Jinglang saat lahir, hilang di jalan Zhongshan di China Selatan dan kemudian diadopsi oleh pasangan Amerika pada tahun 2012.

Gadis itu, sekarang 18 tahun, disambut oleh keluarganya dan tiga saudara kandungnya di Guangdong pada hari Minggu setelah menempuh perjalanan 7.780 mil dari Chicago, Amerika Serikat ke kota kelahirannya.

Dilansir dari Erabaru Malaysia dalam berita diterbitkan pada 4 Oktober 2018 lalu, rekaman video emosional yang dikeluarkan oleh Departemen Kepolisian Shunde menunjukkan Liang Hua yang cemas menunggu putranya di ruang kedatangan Bandara Internasional Guangzhou, Baiyun.

Ketika dia melihatnya, mereka berpelukan dengan air mata.

Baca: 5 Fakta Khabib Nurmagomedov, Penakluk Conor McGregor, Petarung Muslim Sampai Fans Real Madrid

Baca: Bela Agama & Negara! Alasan Khabib Nurmagomedov Bikin Ricuh Kalahkan Conor McGregor, UFC 229

Pertemuan orangtua dan anak setelah terpisah 13 tahun
Pertemuan orangtua dan anak setelah terpisah 13 tahun ()

Kembali ke rumah keluarga di Foshan, kain merah besar dengan kata-kata 'Kylee, selamat datang di rumah' ditempatkan di pintu dengan puluhan balon berwarna terang.

Bowers terpisah dari keluarganya ketika ia mencoba mencari ayahnya di distrik Ronggui, kota Zhongshan pada Mei 2005, ketika ia baru berusia lima tahun.

Ayahnya telah menitipkannya pada pamannya yang tinggal di kota Dongfeng, kurang dari 10 kilometer (6.2 mil) jauhnya.

Seorang wanita tua menemukan gadis kecil  dan membawanya ke kantor polisi, namun Bowers tidak dapat memahami pertanyaan petugas saat mereka berbicara dengan dialek yang berbeda.

Dia kemudian dikirim ke Institut Kesejahteraan Anak Zhongshan di mana dia diberi nama Zhong Fengmin, menurut Southern Metropolis Daily.

Halaman
123
Penulis: Yayu Fathilal
Editor: Restudia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved