Techno

Akhirnya Layanan Google+ Ditutup, 500.000 Data Pribadi Pengguna Bocor

Insiden keamanan di layanan Google+ selama tiga tahun, dari 2015 hingga Maret 2018 ternyata bocor.

Akhirnya Layanan Google+ Ditutup, 500.000 Data Pribadi Pengguna Bocor
GeekInsider.com
google chrome 

Sebanyak 90 persen pengguna Google+ membuka akun mereka kurang dari lima detik.

“Versi konsumen dari Google+ memiliki tingkat penggunaan dan ikatan (engagement) yang sangat rendah,” Google mengakui.

Ke depan, Google bakal fokus meningkatkan keamanan pada layanan-layanannya melalui program audit yang dinamai “Project Strobe”.

Baca: Sanksi Khabib Nurmagomedov Usai Rusuh dari Conor McGregor di UFC 229 Diungkap Presiden UFC

Baca: Segini Bayaran Khabib Nurmagomedov Usai Kalahkan Conor McGregor di UFC 229, Capai Miliaran Rupiah

Program inilah yang pertama kali membuat Google sadar ada bug di Google+ selama bertahun-tahun. Project Strobe secara umum bakal mengkaji akses para pengembang pihak ketiga ke data-data Google dan perangkat Android.

Pada kasus Google+, ada 438 aplikasi pihak ketiga yang menggunakan API dengan bug berisiko, seperti dijelaskan sebelumnya.

Meski belum terbukti ada pengembang yang memanfaatkan celah ini, namun tetap saja merupakan tamparan bagi Google. Raksasa teknologi yang bermarkas di Mountain View itu berharap Project Strobe bisa terus dijalankan untuk menjamin keamanan pengguna.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Google+ Ditutup setelah Ketahuan Bocorkan Data Pengguna"

Editor: Rendy Nicko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved