Berita Banjarmasin

Begini 3 Langkah Koordinasi BI Stabilkan Ekonomi Indonesia Sekarang

Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi antar otoritas terkait untuk menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat ketahanan eksternal.

Begini 3 Langkah Koordinasi BI Stabilkan Ekonomi Indonesia Sekarang
banjarmasin post group/ achmad maudhody
Uang Dollar 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi antar otoritas terkait untuk menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat ketahanan eksternal.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, kemukakan tiga langkah koordinasi yang dilakukan oleh Bank Indonesia dan otoritas terkait.

Tiga langkah koordinasi yang dilakukan yaitu pertama, koordinasi dalam stabilisasi nilai tukar untuk mempertahankan daya tarik pasar keuangan domestik, khususnya obligasi pemerintah serta mempersiapkan mekanisme rekening simpanan khusus untuk menampung Devisa Hasil Ekspor (DHE).

Kedua, koordinasi dalam penurunan transaksi berjalan, melalui implementasi B20 mulai 1 September 2018 untuk menurunkan impor minyak dan mendorong ekspor kelapa sawit, sinergi dalam akselerasi penerimaaan devisa dari destinasi pengembangan pariwisata prioritas, serta mendorong ekspor dan mengurangi impor melalui kebijakan fiskal, perdagangan, industri, dan penerapan komponen dalam negeri.

Baca: Syarat Baru Pendaftaran CPNS 2018 di sscn.bkn.go.id Dirilis Kemenpan RB, 2.117.182 Pelamar Terdaftar

Baca: Segini Bayaran Khabib Nurmagomedov Usai Kalahkan Conor McGregor di UFC 229, Capai Miliaran Rupiah

Ketiga, koordinasi dalam akselerasi pendalaman pasar keuangan untuk pembiayaan ekonomi termasuk infrastruktur melalui pembiayaan infrastruktur serta pembiayaan korporasi.

Selain itu, Bank Indonesia juga terus melakukan bauran kebijakan untuk stabilisasi nilai tukar Rupiah, diantaranya menaikkan suku bunga kebijakan bunga kebijakan moneter BI7 Day Reverse Repo Rate sebesar 150 bps menjadi 5,75% selama tahun 2018.

Intervensi ganda di pasar valas dan pembelian SBN dari pasar sekunder juga dilakukan, untuk stabilisasi nilai tukar sesuai nilai fundamentalnya serta menjaga berkerjanya mekanisme pasar, penyediaan swap valas dan swap hedging dengan biaya yang relatif murah, serta akselerasi pendalaman pasar keuangan seperti INDONIA sebegai referensi suku bunga pasar uang dan memberlakukan transaksi Domestic Non Deliverable Forward (DNDF).

Perry menjelaskan, yang terjadi dengan nilai tukar Rupiah dan juga kondisi di Indonesia itu harus dilihat secara relatif.

"Dalam hal ini, apabila kita bicara nilai tukar jangan dilihat pada levelnya, tapi perlu dilihat tingkat depresiasinya dibanding dengan negara lain," kata Perry dalam siaran persnya.

Baca: Sanksi Khabib Nurmagomedov Usai Rusuh dari Conor McGregor di UFC 229 Diungkap Presiden UFC

Baca: Kiper Persebaya Ungkap Fakta Usai Ditantang Pentolan Aremania di Laga Arema vs Persebaya Liga 1 2018

Per tanggal 2 Oktober 2018 secara year to date, depresiasi rupiah sebesar 9,82% lebih rendah dibandingkan beberapa negara peers termasuk India (12,40%), Afrika Selatan (13,83%), Brazil (17,59%) dan Turki (37,26%).

"Ke depan, Bank Indonesia akan mencermati perkembangan perekonomian seperti defisit transaksi berjalan, nilai tukar, stabilitas sistem keuangan, dan inflasi untuk menempuh langkah lanjutan guna memastikan tetap terjaganya stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," tutupnya.

(banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved