B Focus Kalteng

Gumarang: Pemerintah Jangan Hanya Memikirkan Investor Besar, Masyarakat Diabaikan

BAGI para penambang emas liar yang selama ini beroperasi di darat maupun di sungai, ini pekerjaan pengganti yang paling cepat

Gumarang: Pemerintah Jangan Hanya Memikirkan Investor Besar, Masyarakat Diabaikan
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - BAGI para penambang emas liar yang selama ini beroperasi di darat maupun di sungai, ini pekerjaan pengganti yang paling cepat menghasilkan uang banyak.

Namun begitu, bagi Andai Gani (30), seorang penambang emas di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng, pekerjaan ini sifatnya hanya untung-untungan.

Karena untuk mendapatkan emas, juga tidak pasti.

“Untung-untungan saja, jika memang dapat,” ungkapnya.

Baca: Salah Tingkah! Yuni Shara Digoda Berkali-kali Soal Brondong, Nama Raffi Ahmad Malah Muncul

Namun begitu, masih menurut Andai Gani, merupakan kebahagiaan sendiri jika menambang dapat hasil.

Karena usaha mencari emas juga tidak mudah.

Harus menggunakan alat, di antaranya adalah mesin sedot.

"Kami berharap memang diberikan wadah khusus untuk menambang, agar tidak dikejar aparat saat dilakukan penertiban,"ujarnya.

Baca: Penerimaan CPNS 2018 Ditunda Sampai 2019 Kata KemenPAN-RB Khusus Daerah Ini, Link sscn.bkn.go.id

Sementara itu, seorang warga Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng, yakni M Gumarang, mengatakan, selayaknya Pemprov Kalteng jangan hanya memikirkan investor tambang besar.

“Seharusnya, penambang sepeti saya atau dari kalangan masyarakat yang selama ini hanya menambang emas, juga harus diperhatikan,” cetusnya.

Sehingga harapannya, jangan hanya membuka peluang bagi investor untuk berinvestasi melalui sektor pertambangan, sedang masyarakat diabaikan.

Baca: Adegan Mesum Tersebar, 5 Murid Sekolah Menengah Ini Langsung Undur Diri

"Warga pelosok desa juga perlu makan dan sektor tambang menjadi sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari," tukas Gumarang.

Dirinya pun berharap, pejabat pemerintah membuka peluang bagi masyarakat untuk ikut berperan dalam sektor pertambangan melalui Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR).

"Sampai saat ini, kebijakan pertambangan lebih besar kepada investor daril pada ke masyarakat," pungkasnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved