B Focus Kalteng

Harga Hasil Kebun Anjlok, Pekerja Perlu Makan, Pertambangan Emas Ilegal Pun Marak

Banyak petani karet, rotan maupun kelapa sawit rakyat di Kalteng yang memilih berhenti sementara karena anjloknya harga hasil kebun ini

Harga Hasil Kebun Anjlok, Pekerja Perlu Makan, Pertambangan Emas Ilegal Pun Marak
BPost Cetak

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Banyak petani karet, rotan maupun kelapa sawit rakyat di Kalteng yang memilih berhenti sementara karena anjloknya harga hasil kebun ini.

Mereka yang selama ini menggeluti usaha tersebut, mengaku sangat terpukul atas situasi ini.

Informasi dari petani, harga jual karet per kilogramnya hanya sekitar Rp 6.000.

Padahal idealnya Rp 12.000-Rp 15.000 per kilogram.

Sangat jauh menurun harganya.

Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit per kilogram saat ini Rp 400 per kilogram, biasanya Rp 1.400.

Baca: Salah Tingkah! Yuni Shara Digoda Berkali-kali Soal Brondong, Nama Raffi Ahmad Malah Muncul

Ditambah biaya pekerja untuk petani sawit mandiri yang juga cukup tinggi, panen per ton Rp 250.000 hingga Rp 300.000.

Itu pun jika jalan ke kebun sudah ada untuk masuk.

Jika tidak ada, maka biaya akan dibagi dua dengan yang punya kebun.

Kondisi inilah yang kemudian membuat warga yang selama ini menggeluti usaha karet dan kebun sawit di Kalteng memilih istirahat.

Baca: Rafathar Dimarahi Nagita Slavina karena Pakai Lipstiknya, Lihat Cara Anak Raffi Ahmad Minta Maaf

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved