Hari Pangan Sedunia 2018

Bakal Ada Pasar Terapung di Banjarbaru, lni Penjelasannya

Gelaran Hari Pangan Sedunia tak hanya difokuskan di Jejangkit Baritokuala, namun juga diadakan di Setdaprov Kalsel di Banjarbaru.

Bakal Ada Pasar Terapung di Banjarbaru, lni Penjelasannya
istimewa

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Gelaran Hari Pangan Sedunia tak hanya difokuskan di Jejangkit Baritokuala, namun juga diadakan di Setdaprov Kalsel di Banjarbaru. Jika di Baritokuala diadakan lahan cetak sawah berbeda di Setdaprov Kalsel.

Kawasan perkantoran provinsi Kalsel tersebut juga disulap menjadi perkampungan, salah satunya adalah Kampung Holtikultura yang dibuat Dinas Tanam Pangan dan Holtikultura (TPH) Kalsel melalui Bidang Holtikultura.

Tampak dari depan lorong-lorong yang dihiasi tanaman sayur merambat di sekeliling lorong. Sayuran yang menjadi tampak tanaman hias pun menarik perhatian.

Kabid Holtikultura Dinas TPH Kalsel, Elliana Hardiati mengatakan saat ini kondisi tanaman holtikultura yang mereka tanam sudah dalam kondisi siap panen, dan akan panen pada hari puncak HPS.

Baca: BKN Umumkan Unggah Ulang Dokumen Pendaftaran CPNS 2018 di link sscn.bkn.go.id, Cek di Sini!

Baca: Penjelasan BNPB Soal Dihentikannya Evakuasi Korban Gempa di Donggala dan Tsunami di Palu Sulteng

"Sudah ada yang kita panen, dan sisa 80 persen yang siap panen," ujarnya, Kamis (11/10/2018).

Tanaman gambas misalnya terang perempuan yang akrab disapa Nana ini mengatakan tersisa 20 persen yang belum panen, sementara melon sudah 50 persen yang sudah panen, labu siap panen pada hari puncak, dan semangka 80 persen sudah tua sat hari puncak.

Dalam Kampung Holtikultura ada 24 jenis tanaman dengan 49 varietas. Tanaman holtikultura misalnya labu terbagi berbagai macam jenis labu, misalnya labu madu, labu botol dan labu Siam. Selain itu juga ada pare, pare belut, terong ungu, terong Borneo, kol, bunga kol, kacang panjang, beberapa macam jenis cabai, hingga tanaman hias, repugia, anggrek, tanaman gantung, aglonema, dan palam.

"Ada buah, bunga, sayuran, hingga bio farmaka yang merupakan tanaman obat," sebutnya.

Saat ini tambah Nana, pihaknya belum sampai di tahap akhir. Nantinya Kampung Holtikultura akan dibuat menjadi miniatur pasar terapung. Kolam kecil nantinya akan dibuat seperti sungai dan diisi jukung lengkap dengan tanaman sayur dan buah-buahan layaknya yang dijual para perempuan yang berjualan di pasar terapung. Selain itu juga akan ada taman dengan fasilitas air mancur, dan wahana swafoto.

Baca: Polsek Juai Cipta Kondisi dengan Mendatangi Kantor Panwaslu di Desa Mungkur Uyam

Kampung Holtikultura terang Nana dibuat untuk mengedukasi masyarakat tentang teknologi pertanian. Di tanah tandus bekas tambang, Pemerintah Provinsi Kalsel mampu menyulap menjadi lahan pertanian yang mengahasilkan tanaman yang subur dan berkualitas.

Saat ini Kampung Holtikultura masih belum dibuka untuk umum karena masih dalam tahap pemeliharaan. Nantinya ujar Nana saat hari puncak HPS Kampung Holtikultura dibuka untuk umum, bahkan untuk dunia. Dengan itu masyarakat yang ingin melihat teknologi pertanian terbaru, pemilihan benih, pupuk dan dekorasi rumah hingga perlengkapan alat pertanian bisa memelajari di Kampung Holtikultura.

Baca: Solusi untuk Honorer K2 yang Salah Pilih Formasi di Link sscn.bkn.go.id, Pendaftaran CPNS 2018

"Kita juga sudah bekerjasama dengan produsen benih nantinya masyarakat bisa bertanya-tanya tentang benih yang bagus untuk bertani," tambahnya.

Tak hanya Dinas TPH, pihaknya terangnya juga bekerjasama dengan UPT BPTPH, UPT Balai Benih, TPH, dan UPT BPSB.

Kampung holtikultura tambah Nana juga bukan hanya untuk petani, keluarga pun juga bisa belajar. Hal itu dikarenakan teknologi yang digunakan juga sesuai untuk pertanian yang dibuat di pekarangan rumah.

Baca: Jelang Lawan PSIS Semarang di Liga 1 2018, Ini Aktivitas Latihan Terakhir Barito Putera di Markasnya

"Kita juga ingin memacu masyarakat untuk ayo menanam sayur buah sendiri, karena dengan menanam sayur sendiri selain hemat juga lebih aman dari pestisida dan takkan terkena dampak kenaikan harga pangan. Kita yakin kalau rumahtangga mau menanam takkan ada kenaikan harga pangan," jelasnya.

Kampung Holtikultura memang tampak berbeda dari kampung lain. Selain menanam sayuran, bunga dan buah, di dalamnya tanaman sayur juga dibuat menjadi dekorasi cantik.

(banjarmasinpost.co.id/milna sari)

Penulis: Milna Sari
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved