Berita Tanahlaut

Di Tanahlaut Ada 45 Pemohon Dispensasi Nikah Selama September, Ini Penyebabnya

Pemohon dispensasi nikah di Pengadilan Agama Pelaihari diperkirakan akan tinggi hingga akhir Desember ini.

Di Tanahlaut Ada 45 Pemohon Dispensasi Nikah Selama September, Ini Penyebabnya
banjarmasin post group/ mukhtar wahid
Humas Pengadilan Agama Pelaihari Rashif Imany SHI MSi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Pemohon dispensasi nikah di Pengadilan Agama Pelaihari diperkirakan akan tinggi hingga akhir Desember ini. Itu karena hingga September ini saja, hakim menangani 45 perkara Dispensasi Nikah.

Humas Pengadilan Agama Pelaihari, Rashif Imany, mengatakan heran dengan kondisi tingginya permohonan dispensasi nikah. Begitu juga dengan permohonan isbat nikah.

Menurutnya, faktor tingginya permohonan dispensasi nikah, salah satu pasangan calon pengantin tidak mau bersekolah. Lulus SMP sudah putus minta menikah, kasus lainnya hamil diluar nikah dan dinikahkan orang tuanya alasan karena pergaulan bebas.

"Pada 2017 itu penanganan perkara dispensasi nikah, ada 64 perkara. Ini hingga akhir September 2018 ini, sudah masuk 45 perkara. Itu belum data Oktober hingga Desember nanti," katanya dikonfirmasi reporter Banjarmasinpost.co.id, Kamis (11/10/2018).

Baca: BKN Umumkan Unggah Ulang Dokumen Pendaftaran CPNS 2018 di link sscn.bkn.go.id, Cek di Sini!

Terkait permohonan isbat nikah, Rashif Imany membenarkan pelaksanaan itu berdasarkan Peraturan Mahkamah Agung, Nomor 1 Tahun 2015 tentang Sidang Terpadu,

Pengadilan Agama Pelaihari, katanya bersama Pemerintah Kabupaten Tanahlaut, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tanahlaut melaksanakan sidang terpadu tentang isbat nikah ini.

Kondisi itu, katanya sudah berjalan sejak tahun lalu hingga tahun ini. Sidang Isbat Nikah itu langsung putusan yang mengingat.

"Seingat saya tahun ini sidang terpadu sudah lima kali. Satu kali di Kecamatan Batibati, dua kali di Kecamatan Kintap dan dua kali di Kecamatan Takisung," katanya.

Menurut Rashif Imany, pemohon isbat nikah pada 2017 lalu, sebanyak 307 perkara dan tahun ini hingga September, 153 perkara.

Sementara, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Tanahlaut, HM Rusdi Hilmi mengatakan data nikah dispensasi sesuai data yang dikeluarkan Pengadilan Agama Pelaihari.

Menurutnya, pegawai pada Kantor Urusan Agama (KUA) tidak akan menikahkan pasangan usia dini jika tanpa mendapatkan surat putusan dispensasi nikah dari Pengadilan Agama Pelaihari.

Baca: Pesan Menohok Dirut Persib Bandung pada Pihak yang Ingin Menjegal Persib Juara Liga 1 2018

Kenudian, mengenai putusan Isbat Nikah, diakui HM Rusdi Hilmi, tidak didaftarkan pada KUA putusan itu sudah memiliki legalitas. Hanya saja karena bentuknya lembaran, ada sebagian pasangan suami istri mendaftar agar diganti dengan buku akta nikah.

"Putusan Isbat Nikah itu tidak semua didaftarkan di KUA. Keberadaan putusan Isbat untuk pencatatan bagi pasangan suami istri saja," katanya.

HM Rusdi Hilmi, mengimbau agar masyarakat yang ingin menikah sebaiknya sesuai aturan 15 hari sebelum menikah harus lapor.

"Jangan beralasan karena undangan sudah terbagi di masyarakat ketentuan pendaftaran nikah dilanggar. Ini satu kasus sehingga petugas KUA menolak dan pernikahan dilaksanakan secara siri," katanya.

(banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved