Kenaikan Harga Premium Batal

Soal Pembatalan Mendadak Kenaikan Premium, Pemerintah Akui Kurang Koordinasi

Pemerintah mengakui adanya kurang koordinasi terkait pembatalan mendadak kenaikan harga bahan bakar minyak jenis premium.

Soal Pembatalan Mendadak Kenaikan Premium, Pemerintah Akui Kurang Koordinasi
capture/BPost Edisi cetak
Banjarmasin Post Edisi Kamis (11/10/2018) Halaman 1 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pemerintah mengakui adanya kurang koordinasi terkait pembatalan mendadak kenaikan harga bahan bakar minyak jenis premium. Disebutkan Fajar Harry Sampurno,

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, pihak Kementerian BUMN selaku bos dari Pertamina baru tahu setelah Jonan mengumumkan hal tersebut.

Seharusnya, seburt dia, untuk mengumumkan kenaikan harga perlu terlebih dulu diadakan rapat koordinasi (rakor) antarpemangku kepentingan yang dipimpin oleh Menko Bidang Perekonomian.

Pasca pembatalan kenaikan harga BBM itu, lanjut dia, setelah ini Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Pertamina dan stakeholder yang mendukung telah dijadwalkan melakukan rapat koordinasi.

"Biasanya untuk pengumuman memang diperlukan rakor dipimpin oleh Menko Perekonomian oleh karena itu mungkin akan segera dilaksanakan rakor," ucap Fajar.

Baca: Kenaikan Harga Batam Mendadak. Premium Kosong di Dua SPBU di Banjarmasin

Baca: Premium Batal Naik, Warga Anggap Wajar Kenaikan Harga Pertamax, Ini Alasannya

Fajar berujar, untuk menaikkan harga BBM seharusnya mempertimbangkan Perpres Nomor 43 tahun 2018 tentang Penyediaan dan Pendistribusian dan Harga Jual Eceran BBM seperti kemampuan daya beli masyarakat maupun kondisi keuangan negara.

"Kita juga tahu di Perpres 43 tahun 2018 ada tiga syarat pertimbangan yang perlu diperhatikan pertama kondisi keuangan negara, kemampuan daya beli masyarakat, serta yang ketiga kondisi riil ekonomi," tutur Fajar.

Lalu alasan kedua dibatalkannya kenaikan harga BBM karena Pertamina selaku penyalur BBM tidak siap menaikkan harga premium karena pada Rabu pagi Pertamina baru saja menaikkan harga Pertamax.

Menurut Fajar, pihak BUMN tidak memungkinkan jika dalam satu hari ada dua kali kenaikan harga. "Ibu menteri mengkroscek dengan Pertamina dan menyampaikan bahwa kami tidak siap untuk melakukan dua kali kenaikan dalam waktu satu hari. Jadi perlu waktu," pungkas Fajar. (tribun network/fik/fia/sen/wly)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved