Serambi Ummah

Hukum Ziarah Kubur dan Berdoa di Rabu Terakhir Bulan Safar Menurut Ustadz Abdul Somad

Selain berdoa, ada juga sebagian umat Islam di Indonesia di hari itu melakukan ziarah kubur dan salat sunah dua rakaat.

Hukum Ziarah Kubur dan Berdoa di Rabu Terakhir Bulan Safar Menurut Ustadz Abdul Somad
capture/youtube
Ustadz Abdul Somad 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Hari ini, Sabtu (13/10/2018) adalah hari keempat bulan Safar 1440 Hijriyah atau 2018.

Di bulan Safar ini, diyakini Allah banyak menurunkan bencana.

Oleh sebab itu, kita dianjurkan untuk berdoa kepada Allah agar dihindarkan dari segala petaka.

Selain itu, diyakini pula di hari Rabu terakhir bulan Shafar adalah saatnya Allah menurunkan ribuan bala bencana itu.

Selain berdoa, ada juga sebagian umat Islam di Indonesia di hari itu melakukan ziarah kubur dan salat sunah dua rakaat.

Dipublikasikan di YouTube oleh Nasehat Islam pada 2 Juni 2018, Ustadz Abdul Somad membahas tentang tradisi ini, apakah dibolehkan atau tidak dalam Islam dan bagaimana hukumnya.

“Ziarah kubur di hari Rabu terakhir bulan Safar, boleh tidak? Ziarah kuburnya boleh, bagus saja itu. Lalu berdoa memohon kepada Allah agar kita dihindarkan dari segala musibah, ini juga boleh,” jelasnya.

Baca: Mitos Bulan Safar Bulan Sial, Ini Doa Agar Umat Muslim Terhindar Dari Percaya pada Mitos

Baca: Tradisi Mandi Safar di 3 Kabupaten di Indonesia untuk Tolak Bala dan Berbagai Mitosnya

Sementara terkait keyakinan Allah menurunkan ribuan musibah di hari Rabu terakhir Safar, menurutnya itu tak ada hadisnya.

“Itu menurut para ulama tasawuf, mereka dapat itu dari ilham bukan dari hadis Nabi Muhammad. Tapi, kalau mau berdoa meminta dihindarkan dari musibah, silakan saja. mau berdoa sambil bertawasul kepada wali-wali Allah juga boleh,” katanya.

Bertawasul adalah memakai atau menyebutkan nama para wali itu saat berdoa dengan harapan Allah akan mengabulkan doa kita berkat kemuliaan para wali Allah tersebut.

“Misalnya bertawasul dengan Wali Songo. Saat berdoa bilangnya begini: Ya Allah, berkat kemuliaan para wali-Mu ini, aku memohon kepada-Mu, dan seterusnya. Kalau ini boleh,” pungkasnya. (banjarmasinpost.co.id/yayu fathilal)

Penulis: Yayu Fathilal
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved