Berita Kabupaten Banjar

Teknologi Industri Batu Bata Ramah Kaum Hawa, Risiko Kerja Berkuranag, Produktivitas Meningkat

Tim Pengabdian Masyarakat yang merupakan kolaborasi dosen Fakultas Kedokteran dan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Teknologi Industri Batu Bata Ramah Kaum Hawa, Risiko Kerja Berkuranag, Produktivitas Meningkat
BPost Cetak

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tim Pengabdian Masyarakat yang merupakan kolaborasi dosen Fakultas Kedokteran dan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melakukan Program Kemitraan Masyarakat melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Pelatihan dan Pengembangan Teknologi Industri Batu Bata di Desa Lok Buntar Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.

Tim yang beranggotakan Ratna Setyaningrum, Irfan Prasetia, Ach. Kusairi, Rudi Fakhriadi dan Ihya Hazairin Noor bersama dengan mahasiswa tersebut menyasar pencetak batu bata berbahan tanah liat atau lebih dikenal dengan”batu bata putih” yang mayoritas pekerjanya kaum hawa di Desa Lok Buntar Kecamatan Sungai Tabuk.

Baca: Hati-hati, Ada Penipuan Seleksi CPNS 2018 Bermodus Perbaiki File Corrupt di Sscn.bkn.go.id

Menurut Ketua TIM PKM, Ratna, sasaran di sektor ini karena sebagian besar pencetak bata di daerah tersebut adalah perempuan, yang mana wanita lebih rentan menderita keluhan muskuloskeletal atau gangguan ganggu fungsi sendi, ligamen, otot, saraf dan tendon, serta tulang belakang.

Oleh karena itu, pihaknya, turun ke lapangan untuk memberikan tambahan IPTEKS bagi masyarakat untuk mencegah penyakit tersebut.

Baca: Cek 5 Formasi Masih Sepi Peminat Tingga 2 Hari Lagi Pendaftaran CPNS 2018 di Sscn.bkn.go.id

Untuk diketahui, keluhan muskuloskeletal merupakan keluhan pada otot dan rangka manusia yang sering diakibatkan karena posisi tubuh yang tidak alamiah ataupun karena proses kerja dan angkat-angkut yang tidak ergonomis.

“Tujuan kami melakukan kegiatan ini adalah sebagai upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat pekerja melalui teknik pengerjaan yang ergonomis untuk mengurangi angka kesakitan dan meningkatkan produktivitas kerja. Upaya yang kedua ialah dengan memperkenalkan alat bantu untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas dalam proses pencetakan batu bata” tutur Ratna.

Baca: Jadwal Revisi Pengumuman Seleksi Administrasi CPNS 2018,Tinggal 2 Hari Lagi Klik di Sscn.bkn.go.id

Tim PKM juga memperkenalkan teknologi industri batu bata dengan menggunakan alat pencetak batu bata.

Penggunaan teknologi ini diharapkan dapat mengurangi risiko kerja yang tidak ergonomis sehingga keluhan kesakitan berkurang serta meningkatkan produktivitas pekerja.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved