Berita Banjarmasin

Uskup Keuskupan Banjarmasin Luncurkan Buku, Disusun Selama 10 Tahun

Selain itu, buku yang memiliki 408 halaman yang disusunnya selama 10 tahun tersebut ini juga ditujukan kepada generasi muda.

Uskup Keuskupan Banjarmasin Luncurkan Buku, Disusun Selama 10 Tahun
banjarmasinpost.co.id/burhani yunus
Uskup Keuskupan Banjarmasin Mgr Petrus Boddeng Timang ketika menyerahkan buku kepada Mantan Gubernur Kalsel, H Rudy Ariffin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Jelang hari puncak Keuskupan Banjarmasin ke 80 tahun, Keuskupan Banjarmasin, Minggu (14/10/2018) besok, Uskup Keuskupan Banjarmasin Mgr Petrus Boddeng Timang menggelar launching sekaligus bedah buku.

Acara tersebut dilaksanakan Sasana Sehati Gereja Katedral Banjarmasin, Jumat (12/10/2018) malam.

Hadir dalam acara tersebut, Direktur Universitas Islam Indonesia Proc Mujiburrahman, Guru Besar Kehormatan ULM Prof MP Lambut, Ketua FKUB Kalsel Mirhan AM dan mantan Gubernur Kalsel, H Rudy Arifin.

Mgr Petrua Boddeng Timang mengatakan, buku memiliki 408 halaman Falsalfah Burung Tattiu dimaksudkan untuk berbagi pengalaman, bagaimana seorang anak manusia yang sangat sederhana yang memiliki keterbatasan bisa bertemu banyak orang selama hidupnya.

Selain itu, buku yang memiliki 408 halaman yang disusunnya selama 10 tahun tersebut ini juga ditujukan kepada generasi muda, bahwa semua orang diberikan kemampuan maksimal mungkin dan ketekunan dengan kerja keras serta saling hormat menghormati antar umat beragama.

Baca: Jadwal Revisi Pengumuman Seleksi Administrasi CPNS 2018,Tinggal 2 Hari Lagi Klik di Sscn.bkn.go.id

Baca: Bukan Raffi Ahmad, Ivan Gunawan Cemburu Saat Ayu Ting Ting Ajak Pria Ini Menikah

"Melalui buku ini saya mengajak semua manusia dan agama untuk selalu berteman dengan tidak membedakan dari mana asal dan agama," katanya.

Disinggung dengan judul buku Falsalfah Burung Tattiu, lelaki kelahira Toraja 7Juli 1947 ini, mengatakan burung Tattiu merupakan sejinis burung kendati hidupnya banyak di daerah persawahan namun burung itu tidak memakan pada seperti burung lainnya.

Sebaliknya, Burung Tattiu menjaga padi petani dengan memakan hama-hama yang bakal merusak padi petani. (Banjarmasinpost.co.id/burhani yunus)

Penulis: Burhani Yunus
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved