Berita Nasional

Bareskrim Usut Modus Pemberian Fasilitas Kredit 14 Bank Lewat PT SNP, Rugikan Nasabah Rp 14 Triliun

Daniel menyebut, PT. SNP sebenarnya sudah bermasalah sejak lama. Sejak 2010, perusahaan itu sudah mengalami “cacat” dalam keuangan.

Bareskrim Usut Modus Pemberian Fasilitas Kredit 14 Bank Lewat PT SNP, Rugikan Nasabah Rp 14 Triliun
(KOMPAS.com/Devina Halim)
Wakil Direktur Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Tipideksus) Bareskrim Kombes Daniel Tahi Monang Silitonga (tengah) menunjukkan barang bukti kasus pembobolan 14 bank di Indonesia, di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Senin (24/9/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Kasus dugaan penggelapan dan pencucian uang yang dilakukan lima orang di PT  Sunprima Nusantara Pembiayaan (SNP) yang merugikan nasabah senilai Rp 14 triliun terus diusut oleh penyidik Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Tipideksus) Bareskrim

Dilansir dari Kompas.com, Rabu (17/10/2018),  Wakil Direktur Tipideksus Bareskrim Kombes Daniel Tahi Monang Silitonga menuturkan, pihaknya terus mengusut dan mengembangkan kasus penggelapan dan pencucian uang yang dilakukan lima orang di PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (SNP).

Aksi lima tersangka itu diduga telah merugikan nasabah senilai Rp 14 triliun. 

Daniel menyebut, PT SNP sebenarnya sudah bermasalah sejak lama. Sejak 2010, perusahaan itu sudah mengalami “cacat” dalam keuangan.

“Ini menjadi bahan pertanyaan kita terhadap bank-bank (memberikan fasilitas kredit). Yang menjadi sasaran kita untuk didalami,” kata Daniel di Kantor Bareskrim, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (17/10/2018).

Daniel menuturkan, pihaknya akan bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengusut modus pemberian fasilitas kredit oleh 14 bank itu melalui PT SNP.

Baca: Ditemukan Lagi Peluru di Gedung DPR, Polisi Sebut Pelaku Tak Jujur Soal Jumlah Peluru yang Ditembak

Diketahui, Polri telah menangkap lima tersangka yang merupakan pengurus perusahaan PT SNP. Mereka terdiri dari DS (Direktur Utama), AP (Direktur Operasional), RA (Direktur Keuangan), CDS (Manager Akuntansi), dan AS (Asisten Manajer Keuangan).

Kelimanya ditangkap secara terpisah. DS, AP, RA, dan CDS ditangkap pada 14 September 2018 di Jakarta. Kemudian, AS ditangkap secara terpisah pada 18 September 2018 di Jakarta.

Daniel menyebut, dalam menetapkan para tersangka Polri menggunakan Pasal 49 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan.

Sebelumnya, polisi telah menangkap lima tersangka yang merupakan pengurus perusahaan PT SNP. Kerugian yang ditaksir mencapai Rp 14 triliun.

Baca: Hasil Denmark Open 2018 : Marcus/Kevin Susul Ahsan/Hendra ke Babak Kedua Usai Tekuk Ganda China

Selain kelima tersangka, polisi masih mengejar tiga orang pelaku lainnya, dengan inisial LC, LD, dan SL. Kasus ini juga masih diselidiki lebih lanjut oleh polisi.

Nantinya, mereka akan dijerat Pasal 263 KUHP, dan/atau Pasal 372 KUHP, dan/atau Pasal 378 KUHP, dan/atau Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

(Penulis: Reza Jurnaliston/KOMPAS)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bareskrim Dalami Kasus Penggelapan Dana Investasi Rp 15 Triliun di 14 Bank"

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Intisari Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved