Pilpres 2019

Curhat Sekjen PAN Saat Caleg Pilih Jokowi-Ma'ruf Amin Ketimbang Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019

Meski mendukung Prabowo-Sandiaga, tapi tidak bagi para caleg PAN yang lebih memilih Joko Widodo-Ma'ruf Amin

Curhat Sekjen PAN Saat Caleg Pilih Jokowi-Ma'ruf Amin Ketimbang Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019
(KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO)
Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno seusai pertemuan dengan Tim Hukum dan Advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di rumah pemenangan PAN, Jalan Daksa, Jakarta Selatan, Senin (8/10/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Partai Amanat Nasional (PAN) merupakan salah satu partai pengusung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

Meski dukungan dan sikap politik di pusat mendukung Prabowo-Sandiaga, tapi tidak bagi para caleg PAN yang ternyata lebih memilih pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.

Bahkan memasuki masa kampanye Pilpres 2019, banyak Caleg PAN yang menolak ikut mengkampanyekan pasangan Prabowo-Sandiaga Uno.

Sekjen Partai Amanat Nasional ( PAN) Eddy Soeparno mengakui sejumlah calon anggota legislatif yang diusung partainya menolak untuk ikut mengampanyekan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Baca: Prabowo Sempat Ditawari Jadi Menteri di Era Presiden SBY, Adik Prabowo Curhat Jelang Pilpres 2019

Baca: SAKSIKAN! Live Streaming Timnas U-19 Indonesia vs Taiwan Piala Asia U-19 2018 - Link Streaming RCTI

Meski PAN merupakan parpol pengusung Prabowo-Sandi, namun sejumlah caleg tak akan mengampanyekan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 itu.

Hal ini diketahui oleh Eddy dari pengakuan langsung caleg yang bersangkutan. Mereka menolak ikut mensosialisasikan Prabowo-Sandi karena tak sesuai dengan kehendak konstituen yang lebih mendukung pasangan calon nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Di antara caleg kita yang berjuang di daerah, 'mohon maaf ketum, mohon maaf sekjen. Tetapi di bawah, saya mungkin tidak bisa terang-terangan untuk berpartisipasi dalam pemenangan Pak Prabowo. Karena konstituen saya tidak sejalan dengan itu. Jadi mohon maaf'," kata Eddy menirukan pernyataan caleg yang dimaksud.

Hal ini disampaikan Eddy saat menjadi narasumber dalam rilis survei PolMark Indonesia, di Jakarta, Kamis (18/10/2018).

Dalam kesempatan itu, Eddy juga mengakui bahwa partainya memang akan lebih fokus memenangkan pileg 2019 ketimbang pilpres.

Baca: Hasil Denmark Open 2018 Babak Kedua - Marcus/Kevin ke Perempat Final, Kalahkan Pasangan Jerman

Sebab, pileg dan pilpres 2019 akan digelar secara serentak. Di sisi lain, PAN tidak mempunyai perwakilan yang diusung sebagai calon presiden dan calon wakil presiden. Prabowo-Sandi yang diusung PAN, keduanya berasal dari Partai Gerindra.

Eddy menjelaskan, saat PAN memutuskan mengusung Prabowo di Pilpres, seluruh kader yang hadir dalam Rapat Kerja Nasional menyambutnya dengan gembira.

Namun hanya berselang beberapa hari kemudian, banyak kader PAN menyadari bahwa eksistensi partainya akan tergerus karena tak mempunyai tokoh yang diusung di Pilpres.

Baca: Jelang MotoGP Jepang 2018, Marc Marquez Samai Rekor Kemenangan Calon Rekan Duetnya

"Saya menerima WhatsApp, SMS, wah ternyata yang kita pilih itu bukan kader. Kalau kita sekarang keluar teriak-teriak Pak Prabowo, yang dapat angin positifnya Gerindra, bukan PAN," kata Eddy.

"Akhirnya tersadarkan ujung-ujungnya kita harus bergerak untuk memenangkan pileg," tambah Eddy. Eddy meyakini, tak hanya PAN, namun semua parpol lain yang tidak mempunyai perwakilan di Pilpres 2019 akan lebih fokus di Pileg.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sekjen PAN Akui Sejumlah Calegnya Menolak Kampanyekan Prabowo-Sandi"

Editor: Rendy Nicko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved