Beita Kalteng

Kalteng Masuk Zona Merah Stunting, Dharma Wanita Gelar Workshop

Provinsi Kalimantan Tengah termasuk cukup tinggi angka stanting atau anak-anak yang gagal tumbuh dan masuk provinsi yang masuk zona merah.

tribunkalteng.co/fathurahman
Pengurus Dharma Wanita Kalteng saat menggelar workshop pencegahan stunting di Kalteng. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Provinsi Kalimantan Tengah termasuk cukup tinggi angka stanting atau anak-anak yang gagal tumbuh dan masuk provinsi yang masuk zona merah.

Hal ini jadi perhatian Dharma Wanita Kalteng untuk meminimalisirnya.

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh, pada anak balita akibat kekurangan gizi, stunting disebabkan oleh gizi buruk pada ibu hamil, praktik pemberian dan kualitas makanan yang buruk, serta sering terjadinya infeksi dan penerapan hidup tidak bersih dan tidak sehat.

Ketua umum Dharma Wanita Pusat (DWP) Wien Ritola Tasmaya, dalam kegiatan Workshop yang digelar di Istana Isen Mulang, Kalteng, Jumat (19/10/2018) menyebut, dipilihnya Kalimantan Tengah sebagai tuan rumah workshop, karena Kalteng merupakan salah satu provinsi dengan potensi stunting tertinggi di Indonesia, selain Provinsi Sulawesi Selatan.

Baca: Shinta Bachir Tunjukkan Bukti Transfer Uang untuk Nikita Mirzani, Buktikan Bukan Perempuan Halu

Baca: Cara Lolos Tes SKD Usai Pengumuman Seleksi Administrasi CPNS 2018 di Sscn.bkn.go.id

Baca: Pengumuman Seleksi Administrasi Kemenkumham RI Klik dan Persiapan Tes SKD Sscn.bkn.go.id

Baca: Raisa Persiapkan Kejutan Bagi Penggemar Sebelum Vakum Menyanyi Jelang Kelahiran Buah Hati

Lebih lanjut wien mengatakan, melalui workshop ini angka stunting di kalteng dapat ditekan, karena Kalteng sudah masuk jalur merah penderita stunting yang harus ditanggulangi segera agar penyebarannya tidak terus berkambang.

Dharma wanita persatuan provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar workshop pencegahan dan penanggulangan stunting di aula Istana Isen Mulang sebagai upaya memberikan pengertian kepada warga Kalteng cara mencegah stunting tersebut.

Guna mencegah dan menurunkan angka penderita stunting di Kalimantan Tengah tersebut, penasihat DPW Kalteng, Yulistra Ivo Azhari Sugianto Sabran, mengajak masyarakat dan anggota DPW Kalteng, untuk lebih memperhatikan 1000 hari pertama kehidupan pada anak.

"Pada 1000 hari pertama, dipercaya bahwa anak sedang berada dalam masa emas pertumbuhannya, pemenuhan gizi yang baik selama 1000 hari pertama kehidupan akan membuat kemampuan anak untuk tumbuh dan belajar menjadi lebih baik," ujarnya.

Pada, 1000 hari pertama kehidupan dihitung mulai dari hari pertama konsepsi lalu terbentuk embrio, hingga anak berusia 2 tahun, kecukupan gizi selama hamil hingga tahun-tahun pertama kehidupan anak berperan dalam membentuk fungsi otak hingga membantu memperkuat sistem imun," tutur ibu muda, Ketua TP-PKK Kalteng ini.

www.banjarmasinpost.co.id/ faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved