Wilayah Bebas BABS

Dibangunkan WC Individual, Wanita ini Masih Menggunakan Jamban Apung, Alasannya Masih Nyaman

SEJUMLAH desa di Kabupaten Banjar, khususnya wilayah bantaran sungai dekat perkotaan menjadi target untuk penghapusan jamban apung.

Dibangunkan WC Individual, Wanita ini Masih Menggunakan Jamban Apung, Alasannya Masih Nyaman
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - SEJUMLAH desa di Kabupaten Banjar, khususnya wilayah bantaran sungai dekat perkotaan menjadi target untuk penghapusan jamban apung.

Program tersebut dijalankan Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang Kabupaten Banjar.

Keberadaan WC individual sebagai pengganti jamban apung belum sepenuhnya digunakan warga.

Bahkan, ada warga masih nyaman menggunakan jamban apung.

Baca: LINK Cek Hasil Seleksi Administrasi CPNS 2018 sscn.bkn.go.id, Ada 2,3 Juta Pelamar Lolos!

Hulaimiah, misalnya, warga Murung Kenanga RT 2 ini mengaku merasa nyaman menggunakan jamban apung.

Baca: Pengumuman Lengkap Hasil Seleksi Administrasi CPNS 2018 Kemenkumham RI Bukan Via Sscn.bkn.go.id

Sudah 30 tahun dia terbiasa buang air besar (BAB) di bantaran sungai.

Tidak hanya untuk urusan BAB, Hulaimah juga mandi dan cuci di sungai tersebut.

Dia juga memiliki WC di rumahnya dari bantuan pemerintah.

Baca: Akhirnya Arab Saudi Akui Jamal Khashoggi Tewas di Gedung Konsulat, Putra Mahkota Perintahkan Ini

Meski begitu, Hulaimah mengaku “Selain nyaman, tidak selalu air di WC bisa digunakan. Apalagi, ketika listrik padam, air tidak mengalir,” bebernya.

Meski begitu dia tidak memungkiri keberadaan WC di rumah sangat penting.

Terlebih untuk kenyamanan tamu atau para orangtua yang sudah tidak kuat lagi pergi ke batang di sungai.

Baca: Italia Saja Kalah, Indonesia Jadi Destinasi Wisata Terbaik untuk Traveller Wanita Kategori Ini

“Saya terimakasih akan program pembuatan WC. Adanya WC membuat nyaman tamu dan mulai membiasakan anak-anak,” ucap Hulaimah ditemui ketika beraktivitas mencuci di sungai dekat rumahnya.

Dia mengaku akan membiasakan diri menggunakan WC yang telah dibangun di rumahnya.

Saat ini, sebut dia, WC masih digunakan hanya untuk buang air kecil atau ketika malam hari saat dia takut pergi ke sungai.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved