Limbah Pewarna Sasirangan

Memanfaatkan Sumber Daya Alam, Tim Dosen FMIPA Membuat Sistem Pengolah Limbah Sasirangan

Berdasar penelusuran BPost, ternyata sudah ada penelitian cara pengelolaan limbah cair sasirangan yang telah dilakukan para peneliti

Memanfaatkan Sumber Daya Alam, Tim Dosen FMIPA Membuat Sistem Pengolah Limbah Sasirangan
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Berdasar penelusuran BPost, ternyata sudah ada penelitian cara pengelolaan limbah cair sasirangan yang telah dilakukan para peneliti proses pengolahan proses koagulasi, filtrasi dan adsorpsi, biomaterial seperti kitosan dan arang aktif.

Kendalanya, penelitian yang dilakukan FMIPA ULM tersebut belum menunjukkan hasil yang optimal.

Tim dosen FMIPA ULM terdiri dari Arfan Eko Fahrudin, Difa Intania, Simon Sadok Siregar, Totok Wianto, dan Ori Minarto, kini sedang memeras otak untuk membuat sistem pengolah limbah sasirangan yang mudah, murah dengan memanfaatkan sumberdaya alam yang ada.

Mereka berupaya memanfaatkan pasir silika, karbon aktif, serat pohon enau, batuan serpentinit dan sistem tersebut saat ini telah selesai dibuat dan diujicoba.

Baca: Jadwal Tes SKD Usai Seleksi Administrasi CPNS 2018 Sscn.bkn.go.id Bisa Download PDF

Baca: RESMI Ini Pengumuman BKN Hasil Seleksi Administrasi CPNS 2018 di Sscn.bkn.go.id, Download PDF

Baca: LINK 35 Instansi yang Umumkan Hasil Seleksi Administrasi CPNS 2018, 2,5 Juta Sudah Lolos Seleksi

"Sistem ini di buat tim setelah mendengar banyaknya keluhan dari masyarakat khususnya pengrajin sasirangan terutama yang mengalami keluhan terhadap manajemen limbah.

Mereka mengeluhkan limbah khususnya limbah cair sangat meberikan dampak terhadap lingkungan, karena saat ini limbah dibuang langsung tanpa pengolahan yang baik," ucap Totok Wianto, beberapa waktu lalu.

Mereka melakukan ujicoba di NDF Sasirangan Hj Imay, Sei Tiung Cempaka, dan membangun tiga unit bak pengolahan dengan berbagai macam variasi, maka limbah yang dihasilkan saat ini sudah aman dari standar baku mutu.

Arfan, salah satu tim, mengatakan sistem itu menggunakan bahan dari sekitar sehingga masyarakat dapat merawat dan membuat yang serupa akan jadi lebih mudah.

"Sistem ini juga akan selalu dilihat keberlanjutannya sehingga memberikan manfaat lebih besar khususnya bagi perajin sasirangan," ujar Totok.

Dengan membumikan hasil penelitian yang ada di perguruan tinggi diharapkan memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat, yang pada akhirnya taraf hidup masyarakat akan meningkat baik dari segi kesehatan maupun taraf ekonomi, dan ilmu yang dimiliki oleh civitas akademika Universitas Lambung Mangkurat akan bermanfaat dan berdayaguna.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved