Racunnya sangat Mematikan tapi Dibutuhkan, Racun Kalajengking ini Dihargai Rp 591 Miliar

Kalajengking, berhadapan dengan hewan satu ini sudah bikin ketar ketir, apalagi bila racunnya sangat mematikan.

Racunnya sangat Mematikan tapi Dibutuhkan, Racun Kalajengking ini Dihargai Rp 591 Miliar
intisari online
kalajengking emas 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kalajengking, berhadapan dengan hewan satu ini sudah bikin ketar ketir, apalagi bila racunnya sangat mematikan.

Namun, siapa sangka salah satu spesiesnya adalah hewan unik yang memiliki nilai jual cukup fantastis di dunia.

Melansir dari Bastille Post, pada Senin (22/10/2018), Deathstalker Scorpion adalah salah satu kalajengking paling beracun di dunia.

Namun hewan yang terkenal dengan istilah kalajengking emas ini memiliki cairan racun paling berharga di dunia.

Menurut keterangan, harga cairan racunnya untuk satu galon atau 3,7 liternya berharga sekitar 39 juta dolar AS (sekitar Rp591 miliar).

Baca: Klik Link 50 Instansi yang Umumkan Hasil Seleksi Administrasi CPNS 2018 via sscn.bkn.go.id

Baca: Cara Cepat Jawab Soal Tes SKD Usai Lolos di Seleksi Administrasi CPNS 2018 di Sscn.bkn.go.id

Baca: RESMI Ini Pengumuman BKN Hasil Seleksi Administrasi CPNS 2018 di Sscn.bkn.go.id, Download PDF

Baca: Jadwal Tes SKD Usai Seleksi Administrasi CPNS 2018 Sscn.bkn.go.id Bisa Download PDF

Baca: UPDATE yang Lolos Seleksi Administrasi CPNS 2018, Kemenkes Rilis Daftar dan Bisa Download PDF

Hewan ini cukup banyak ditemukan di Israel dan menjadi salah satu hewan khas di sana, namun racunnya sangat mematikan.

Untuk mendapatkan racunnya pun juga tidaklah mudah, dan bahkan jika Anda memiliki uang lebih belum tentu bisa membelinya.

Pasalnya, untuk mendapatkan racun dalam jumlah banyak setiap tetes racunnya harus dikeraskan terlebih dahulu.

Setiap kalajengking akan menghasilkan 2 mg saja, jadi untuk mendapatkan satu 3,7 liter dibutuhkan setidaknya 2,64 juta kali tetesan.

Steve Trim, pendiri Venomtech, mengungkapkan obat-obatan AS berspesialisasi dalam racun kalajengking.

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Sumber: Intisari Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved