Limbah Pewarna Sasirangan

Wilayah ini Banyak Pengrajin Sasirangan, Tidak Ada Pilihan Selain Membuang Limbah ke Aliran Sungai

Murjani, Ketua RT di Jalan Sungai Jingah Kelurahan Surgi Mukti, tidak menampik selama ini belum ada pembinaan atau pun penyuluhan

Wilayah ini Banyak Pengrajin Sasirangan, Tidak Ada Pilihan Selain Membuang Limbah ke Aliran Sungai
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Murjani, Ketua RT di Jalan Sungai Jingah Kelurahan Surgi Mukti, tidak menampik selama ini belum ada pembinaan atau pun penyuluhan tentang pengelolaan limbah pewarna sasirangan.

Itu sebabnya, sebut dia, masyarakat yang mayoritas sebagai pengrajin kain sasirangan, tidak punya pilihan lain membuang limbah pewarnanya ke sekitar permukiman atau aliran sungai.

"Memang, tidak langsung ke sungai besar, melainkan sungai-sungai kecil," ujarnya.

Baca: Babi Hutan yang Dituding Babi Ngepet Berakhir Tragis, Dipotong dan Dibuang ke Laut

Baca: Ternyata Melly Goeslaw dan Maia Estianty Juga Goda Rossa Menikah dengan Afgan

Baca: Dua Pendaki Perempuan Ini Malah Diikuti Penghuni Gunung Hingga ke Banjarmasin

Baca: Gimana Ya Rasanya Naik Pesawat 90 Detik? di Skotlandia Ada Penerbangan Tersingkat di Dunia

Menurut dia, jika ada aturan tentang pengolahan limbah seharusnya pemerintah terlebih dulu melakukan sosialisasi.

Dengan begitu, lanjut dia, masyarakat, khsusnya para pengrajin kain sasirangan bisa mengikuti aturan bagaimana mengelola limbah bekas cairan bekas pewarna.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved