Berita Batola

Dinkes Batola Janji Rujuk Pasien Gizi Buruk ke RSUD Ulin Banjarmasin, dengan Syarat Ini!

“Kalau kondisinya belum membaik, pasien gizi buruk atas nama Muhammad Syafi’i (8), pasti kita rujuk ke fasilitas yang lebih tinggi"

Dinkes Batola Janji Rujuk Pasien Gizi Buruk ke RSUD Ulin Banjarmasin, dengan Syarat Ini!
Istimewa
Kasatlantas Polres Batola, AKP Didik Suhartanto, menjenguk penderita gizi burukMuhammad Syafi’i (8), warga Kecamatan Tabuganen, yang kini tinggal di Desa Simpang Nungki, Kecamatan Cerbon, di ruang ICU RSUD H Abdul Azis Marabahan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - DINAS Kesehatan Kabupaten Batola, berjanji akan merujuk penderita gizi buruk atas nama Muhammad Syafi’i (8), warga Kecamatan Tabuganen, yang kini tinggal di Desa Simpang Nungki, Kecamatan Cerbon, di ruang ICU RSUD H Abdul Azis Marabahan ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi, seperti RSUD Ulin Banjarmasin.

“Kalau kondisinya belum membaik juga, pasien gizi buruk atas nama Muhammad Syafi’i (8), pasti kita rujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi, seperti RSUD Ulin Banjarmasin. Tapi ini kita pantau perkembangan kesehatannya dulu,” kata Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Kabupaten Batola, M Hatta, Rabu (24/10/18).

Dijelaskanya, bocah pasien gizi buruk tersebut saat ini sudah ditangani Dinkes Batola. Diharapkan, kondisi penderita gizi buruk Muhammad Syafi’i terus membaik dari hari ke hari.

Baca: Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi CPNS 2018 Kemenag, Selain Sscn.bkn.go.id Cek Infonya Disni

Salah satu ciri kondisi gizi buruk yakni Pergelangan kaki dan tangan penderita kurus kering, sementara di bagian perutnya membuncit.

“Ini yang sedang dialami oleh Muhammad Syafi’i . Petugas Dinas Kesehatan Batola terus akana memantau kondisi Muhammad Syafi’i di RSUD H Abdul Azis Marabahan,” katanya.

Baca: Hari Ini, Dinas Pendidikan Batola Ajukan Surat Bangun SMK ke Pimpinan DPRD Kalsel

Dijelaskanya, dari hasil pengecekan tim medis RSUD H Abdul Azis, tak ditemukan penyakit bawaan yang menyertai penderita gizi buruk Muhammad Syafi’i. Jadi penyakit yang diderita Muhammad Syafi’i itu murni gizi buruk.

“Tak ada penyakit bawaah di tubah Muhammad Syafi’i,” katanya.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Batola, AKP Didik Suhartanto, sudah menjenguk penderita gizi burukMuhammad Syafi’i (8), warga Kecamatan Tabuganen, yang kini tinggal di Desa Simpang Nungki, Kecamatan Cerbon, di ruang ICU RSUD H Abdul Azis Marabahan, Senin (22/10/18) lalu dan menyerahkan bantuan ala kadarnya.

“Saya empati dengan kondisi penderita gizi buruk atas nama Muhammad Syafi’i , warga Kecamatan Tabuganen. Ngga terbayang bila itu menimpa keluarga kita. Apalagi anaknya masih kecil,” kata Didik. (Banjarmasinpost.co.id/Edi Nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved