Berita Batola

Kominfo Batola Didesak Cek Alat WiFi Seharga Rp15 Juta, Baru Dibeli, Belum Satu Bulan Sudah Rusak

DINAS Komunikasi dan Informasi Kabupaten Batola, diminta mengecek keberadaan alat komunikasi wifi yang dibeli dengan dana desa

Kominfo Batola Didesak Cek Alat WiFi Seharga Rp15 Juta, Baru Dibeli, Belum Satu Bulan Sudah Rusak
istimewa
Alat wifi senilai Rp15 Juta dari dana desa pengadaan Desember 2017 di Desa Belandean, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola rusak. Warga desa baru 1 bulan memakai.

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - DINAS Komunikasi dan Informasi Kabupaten Batola, diminta mengecek keberadaan alat komunikasi wifi yang dibeli dengan dana desa Rp15 juta di Desaa Balandean, Kecamatan Alalak, yang rusak sejak 1 bulan pembelian.

“Warga desa baru membeli satu bulan terus rusak. Pengadaan bulan Desember 2017 silam dari dana desa. Januari 2018 sudah rusak. Kita harapkan Dinas Kominfo mencek alat mahal ini. Kita tunggu,” kata Iwan, Sekretaris Desa Desa Belandean, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola, Rabu (24/10/18).

Menurut Iwan, saat ini sinyal selular di Desa Belandean, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola mati total sehingga ratusan kepala keluarga (KK) di warga desa setempat tak bisa lagi berkomunikasi lewat selular atau memakai internet.

“Saat ini satu kampung lumpuh sinyal,” kata Iwan.

Baca: 13 Tokoh Penting Dibalik Sumpah Pemuda yang Diperingati Setiap tanggal 28 Oktober

Baca: Hasil Seleksi Administrasi CPNS 2018, 151 Pelamar Tabalong Gugur Saat Lakukan Ini

Baca: Reaksi Andrew White Dibikinkan Salad Buat Nana Mirdad Merasa Disayang, Ini Dia Kata Andrew

Baca: Pelamar CPNS Pemko Banjarmasin dari Formasi ini Paling Banyak Tidak Memenuhi Syarat

Menurut Iwan, wifi penguat sinyal tersebut hanya sekitar satu bulan saja dalam kondisi baik, setelah itu langsung rusak.

Alat wifi penguat sinyal selular itu di letakkan di kantor Desa Balandean.

Menurut Iwan, teknisi juga sudah datang, tapi alat ini tetap rusak.
Warga sempat terbantu dengan alat wifi penguat sinyal senilai Rp15 juta ini karena bisa menelpon dan mengakses internet.

Tapi, saat ini alat sudah rusak.

“Alat wifi ini diletakkan di luar seperti antena TV,” katanya.

Kabid Tehnologi, Informasi dan Komunikasi Kominfo Kabupaten Batola, Irfan Rahmadi, saat dikonfirmasi menyatakan pengadaan alat wifi senilai Rp15 juta itu di Desa Belandean itu pada tahun anggaran 2017, bukan 2018.

Halaman
12
Penulis: Edi Nugroho
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved