Berita Kalteng

Bocah Korban Gempa Palu Ini Trauma, Pukul Muka Sendiri, Ditampung di Palangkaraya

Mereka, ada anak-anak, wanita dan pria dewasa yang jumlahnya mencapai 16 orang, yang merupakan korban gempa Palu

Bocah Korban Gempa Palu Ini Trauma, Pukul Muka Sendiri, Ditampung di Palangkaraya
faturahman
Korban gempa dan Tsunami Palu, Sulawesi Tengah saat ditampung di rumah warga di Palangkaraya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Belasan orang korban gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, hingga, Jumat (26/10/2018) masih ditampung di salah satu rumah warga di Jalan Seth Aji Palangkaraya, Kalteng.

Mereka, ada anak-anak, wanita dan pria dewasa yang jumlahnya mencapai 16 orang, yang merupakan korban gempa Palu yang terpaksa mengungsi ketempat saudara dan rekannya di Palangkaraya, sudah selama sepekan ini.

Namun keterangan dari, Fathuddin Noor, Kasi Perlindungan Sosial Korban Bancana, Dinsos Kalteng, pihaknya bekerjasama dengan Dinkes Kalteng, Pihak RSUD Doris Sylvanus dan Dinas Pendidikan berusaha membantu korban gempa tersebut.

Baca: Jadwal Sholat Jumat 26 Oktober 2018: Banjarmasin, Surabaya, Jakarta, Bandung & Kota Besar Lainnya

"Kami bersama membantu, ada yang korban anak yang mengalami luka jari tangannya putus bernama Idrus masih balita, dan dua saudaranya juga kena luka jari tanganya remuk dan satu lagi punggung belakangnya terkena benturan tembok, dibawa ke RS," ujarnya.

Baca: Cara Jawab Contoh Soal Tes SKD CPNS 2018, BKN Juga Rilis Jadwal & Lokasi Tes di Sscn.bkn.go.id

Menurut dia, korban luka anak bernama Idrus, yang jari tangannya putus, saat jahitannya dibuka mengalami trauma berat, yakni suka memukul muka dan kepalanya sendiri, karena jarinya putus, sehingga pihaknya menyediakan petugas trauma center membantu.

Baca: Sebentar Lagi Jadwal Tes SKD Diumumkan, Siapkan Ini Bagi yang Lolos Seleksi Administrasi CPNS 2018

Farid Wajdi, Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kalteng, mengatakan, korban anak bernama Idrus diberikan bimbingan psikolog untuk menghilangkan trauma yang diderita setelah kejadian gempa dan Tsunami Palu selama mereka berada di Palangkaraya.

"Dia ditangani petugas kami untuk menghilangkan trauma yang dideritanya, sekitar seminggu, sebelum mereka dipulangkan ke Palu lewat darat melalui Kalsel dan Kaltim, harapan kami traumanya hilang setelah ditangani petugas kami," ujarnya. www. (banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved