Berita Internasional

Ada Tanah 'Bernapas' di Kanada Viral di Medsos, Ternyata Ini Fakta Ilmiahnya

Peristiwa tersebut memang direkam di hutan Sacre-Coeur, Quebec, Kanada pada awal bulan Oktober.

Ada Tanah 'Bernapas' di Kanada Viral di Medsos, Ternyata Ini Fakta Ilmiahnya
kompas.com
Video tanah bernapas di Kanada 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sebuah video tanah seolah bernapas mendadak viral di sosial media. Dalam video tersebut, pohon terlihat bergoyang dan gundukan tanah besar naik turun seolah-olah terangkat oleh sepasang paru-paru di dalamnya.

Video tersenut mula-mula diunggah oleh akun twitter @DannyDutch.

"Tanah terlihat seperti sedang bernapas di hutan Quebec," tulisnya dalam akun twitternya.

Peristiwa tersebut memang direkam di hutan Sacre-Coeur, Quebec, Kanada pada awal bulan Oktober. Tapi, peristiwa ini bukan sebuah gempa bumi atau "dengkuran" penunggu hutan.

Baca: SEDANG BERLANGSUNG! Live Streaming RCTI Timnas U-19 Indonesia vs Jepang Piala AFC U19, Tonton di Hp

Ya, ada penjelasan ilmiah untuk kejadian tak biasa ini. Sederhananya, peristiwa ini disebabkan oleh angin.

"Selama hujan dan badai angin, tanah menjadi jenuh, 'melonggarkan' kohesi (sudut geser) tanah dengan akar-akar saat angin bertiup di atas mahkota pohon," ungkap Mark Vanderwouw, ahli perawatan dan penanaman pohon (arborist) di Kanada dikutip dari Live Science, Kamis (25/10/2018).

Baca: Gadis Tasikmalaya Peraih Nilai Tes SKD Tertinggi Peserta Lolos Seleksi Administrasi CPNS 2018

"Angin sedang mendoring pohon-pohon ke atas, dan ketika kekuatannya bergeser ke akar, tanah menjadi seperti mengembang kempis," imbuhnya.

Artinya, ini merupakan bentrokan beberapa elemen, yaitu angin dengan akat dan udara dengan Bumi.

Baca: Merah Total Dua Jam Sebelum Kick-off Piala AFC U-19 2018 Laga Timnas U-19 Indonesia Vs Jepang

Pasukan angin tampaknya memenangkan pertempuran tersebut. Sehingga membuat tanah seolah-oleh terangkat dan mengempis.

Baca juga: Alat Ini Bikin Impian Manusia Bernapas dalam Air Segera Terwujud

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved