Berita Kotabaru

Ini Keterangan Polisi Terkait Siswi Tewas Gantung Diri

Misteri tewasnya SK, siswi SMK 1 Kotabaru yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan tergantung di kamar tidur rumahnya

Penulis: Herliansyah | Editor: Eka Dinayanti
THINSTOCK
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Misteri tewasnya SK, siswi SMK 1 Kotabaru yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan tergantung di kamar tidur rumahnya, RT 06, Desa Baharu Utara, Kecamatan Pulaulaut Utara, Sabtu (27/10/2018) lalu menemukan titik terang.

Siswi kelas XII tewas dalam kondisi lidah tergigit itu nekat mengakhiri hidup dengan seutas tali tambang dan ikat pinggang, hanya karena utang.

Kuat dugaan SK mengakhiri hidupnya, karena terlilit utang.

Diketahui dari obrolan dengan temannya di WhatsApp handphone miliknya yang diamankan polisi ketika kejadian.

Akibat terlilit utang, SK diduga mengalami depresi hingga nekad menggantung diri di kamar tidurnya ketika rumah dalam keadaan kosong.

Baca: Jadwal dan Lokasi Tes SDK Kementrian ESDM Bagi Peserta Lolos Seleksi Administrasi CPNS 2018

Baca: Cara Jitu Lulus Seleksi CPNS 2018, Pelajari Soal-soal ini, Bisa Diunduh dan Dipelajari di Rumah

Baca: 5 Fakta Tes CPNS 2018, Sudah Datang dari Jauh hingga Laptop Kurang dan Belum di Setup

Baca: Setup 470 Laptop, Tes CAT Sesi III Kemenkumham Formasi SLTA CPNS 2018, Siap Besok

Kapolres Kotabaru AKBP Suhasto Sik MH melalui Kasat Reskrim AKP Suria Miftah Irawan SH Sik membenarkan, korban mengakhiri hidup karena depresi.

"Korban depresi karena terlilit utang, dan merasa malu karena atas permasalahan utang tersebut. Terbukti dari isi obrolan/chatan korban dengan teman korban yang ada di aplikasi WhatsApp dalam HP korban yang diamankan," ujar Suria kepada banjarmasinpost.co.id, Minggu (28/10/2018).

Ditambahkan Suria, korban diketahui gantung diri berawal saat adik korban, Muhammad Rifat Febrianor pulang dari mengerjakan tugas kelompok.

Ketika hendak masuk ke rumah, pintu depan rumah dalam keadaan terkunci.

Rifat berinisiatif masuk ke rumah melalui jendela yang kebetulan tidak terkunci.

Rifat dibuat terkejut, saat menaiki jendela dan melihat korban tergantung dengan tali tambang dan ikat pinggang di lehernya.

"Adik korban langsung memanggil tetangga setempat dan ketua RT membantu mengevakuasi korban," katanya.

Korban diduga tewas karena gantung diri, karena hasil visum tidak ditemukan ada tanda-tanda kekerasan.

Di lokasi kejadian ditemukan beberapa barang bukti berupa, satu buah ikat pinggang warna hitam, seutas tali tambang warna biru, kursi lipat, kursi kecil dari kayu, dan handphone.

Sementara hasil visum dokter tidak ditemukan kekerasan di kepala, mata keruh, pupil 6,4 kiri kanan sama, lidah tergigit berwarna biru.

Kemudian rahang kanan luka lecet, leher terjerat paksa, dan beberapa hasil visum lainnya.

BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved