Berita Batola

BTS Liar Marak, Pemkab Batola Minta Pemilik Tower Patuh Peta Perencanaan

PEMKAB Batola menginginkan semua pemilik Base Transceiver Station (BTS) untuk bisa patuh dengan peta perencanaan BTS.

BTS Liar Marak, Pemkab Batola Minta Pemilik Tower Patuh Peta Perencanaan
istimewa
BASE Transceiver Station (BTS) liar yang miring di Desa Tamba Jaya, Kecamatan Tabukan, Kabupaten Batola dikeluhkan warga karena selalu bergoyang jika kena angin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - PEMKAB Batola menginginkan semua pemilik Base Transceiver Station (BTS) untuk bisa patuh dengan peta perencanaan BTS.

Di dalam peta perencanaan BTS yang dipegang Dinas Kominfo itu digambarkan secara gamblang, mana lokasi yang boleh dibangun BTS dan mana yang tidak boleh dibangun BTS.

“Jadi sudah ada peta perencanaan pembangunan BTS di Kabupaten Batola. Kita minta semua pemilik BTS patuh dengan peta itu,” kata Sekda Kabupaten Batola, Supriyono, Selasa (30/10/18).

Sementara keberadaan Base Transceiver Station (BTS) liar di Desa Tamba Jaya, Kecamatan Tabukan, Kabupaten Batola yang miring meresahkan warga desa setempat.

Baca: Maia Estianty Pamer Foto ‘Gandeng’ Dengan Irwan Mussry Satu Hari Setelah Pernikahan

Baca: Ayahdan Ibunda Pilot Lion Air JT-610 Bhavye Suneja di India Syok dan Kurung Diri di Kamar

Baca: Lokasi, Jadwal Tes SKD Pendaftaran CPNS 2018 Kemenag, Cetak Kartu Ujian di Sscn.bkn.go.id

Soalnya, BTS yang dibangun tanpa izin resmi dari Pemkan Batola milik PT Tower Bersama Group (TBG) tersebut selalu bergoyang-goyang ke segala arah jika ditiuap angin kencang.

“Iya sekarang warga Desa Tamba Jaya resah, terutama warga yang rumahnya di sekeliling BTS liar miring tersebut. Warga takut kejatuhan tower BTS yang besar dan tinggi. BTS liar itu selalu miring ke kanan dan ke kiri jika kena angin. Bahkan ke segala arah,” kata Camat Tabukan, Abdi Maulana.

Abdi mengharap pemilik BTS liar miring yang sudah disegel Pemkab Batola itu segera memperbaiki tower BTS yang selalu miring ke kanan dan ke kiri setiap kena angin.

Dikuatirkan jika BTS liar miring itu roboh, maka akan menimpa warga atau rumah warga.

“Sekarang sudah musim hujan dan angin kencang. Kalau roboh, siapa yang tanggungjawab. Apalagi ada korban,” katanya.

Abdi menjelaskan dirinya baru Agustus lalu menjabat Camat Tabukan.
Informasiya, BTS liar miring itu sudah mengurus ke kades dan camat sebelumnya.

Namun perizinannya tidak sampai ke Pemkab Batola.

“Di sisi lain, warga terbantu dengan BTS liar miring tersebut karena sinyal lancar. Namun, warga juga resah karena BTS liar miring itu bergoyang ke segala arah jika kena angin. Posisinya juga miring. Saat ini BTS liar miring itu tidak aktif karena disegel,” katanya.

(Banjarmasinpost.co.id/Edi Nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved