Berita Balangan

Hobi Budidaya Tanaman Buah Langka Berbuah Prestasi

Prestasi membanggakan diraih oleh pemuda bernama Mohamad Hanif Wicaksono yang merupakan Penyuluh Keluarga Berencana di Kabupaten Balangan

Hobi Budidaya Tanaman Buah Langka Berbuah Prestasi
istimewa
Mohamad Hanif Wicaksono saat mendapatkan piala di ajang 9th SATU Indonesia Award di Jakarta, 27 Oktuber 2018.

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Prestasi membanggakan diraih oleh pemuda bernama Mohamad Hanif Wicaksono yang merupakan Penyuluh Keluarga Berencana di Kabupaten Balangan dalam ajang 9th SATU Indonesia Award di Jakarta, 27 Oktuber 2018.

Hanif panggilan akrabnya merupakan pria kelahiran Blitar Jawa Timur yang kini mengabdikan diri di Bumi Sanggam sebagai Penyuluh Keluarga Berencana.

Keberadaannya di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan membuat Hanif banyak menemukan hal-hal yang unik dan berbeda yaitu terhadap keberadaan buah langka yang sebelumnya tak dikenal.

Kini berkat ketertarikannya terhadap buah-buahan langka tersebut, Hanif berhasil masuk nominasi untuk menerima penghargaan dari Astra.

Kepada banjarmasinpost.co.id, Hanif menceritakan awal ketertarikan dirinya dalam membudidayakan tanaman buah langka.

Baca: Maia Estianty Pamer Foto ‘Gandeng’ Dengan Irwan Mussry Satu Hari Setelah Pernikahan

Baca: Fakta Lokasi Pembuangan Sampah Gunung Kupang, Kawasan Favorit Foto Prewedding

Baca: Ayahdan Ibunda Pilot Lion Air JT-610 Bhavye Suneja di India Syok dan Kurung Diri di Kamar

"Awalnya saya menemukan buah-buah yang tidak pernah saya lihat di jawa, seperti buah Limpasu yaitu sejenis mangga yang bentuknya kecil namun rasanya mirip kedondong, selain itu ada buah Lahung, sejenis durian yang kulitnya berwarna merah, mulai dari inilah saya penasaran terus berupaya mencari tahu," ceritanya.

Berbekal berkomunikasi dengan warga setempat, ternyata warga setempat juga banyak yang tidak tahu akan keberadaan buah langka tersebut, akhir pekan merupakan waktu yang pas untuk keluar masuk hutan mencari bibit tanaman buah langka tersebut.

"Saya tertarik setiap akhir pekan dikhususkan untuk mencari dengan niat menyelamatkan serta mengenalkan buah asli Balangan dan Kalimantan Selatan," ujarnya.

Apalagi lanjutnya, laju deforestasi di Kalimantan mengancam buah endemik, padahal buah endemik Kalimantan perlu dibudidayakan dan bisa mendatangkan keuntungan ekonomi jika dikelola dengan baik.

"Berbekal keresahan tersebut saya menggerakkan Program Tunas Meratus sejak 2012, dalam program ini saya fokus mengumpulkan, mendokumentasikan, membibitkan, dan membudidayakan tanaman buah asli Kalimantan, selain itu juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pelestarian sumber daya plasma nutfah Kalimantan," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Elhami
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved