Breaking News:

Keunikan dan Legenda Gua Liang Kantin

Penggalan Tubuh Ular yang Bertapa di Liang Kantin Konon Menjadi Batu, Ini Ceritanya

Gua ini masih menyambung adalah Gua Sarang Burung yang posisinya tak jauh dari Liang Kantin dan juga masih berada di Gunung Batu Kumpai.

Banjarmasinpost.co.id/Dony Usman
Para pengunjung memasuki Gua Liang Kantin di Kecamatan Jaro, Tabalong. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Selain adanya legenda langsung dari Gua Liang Kantin Desa Jaro, Kecamatan Jaro, Tabalong, ternyata ada juga legenda dari gua lain yang masih ada keterkaitan.

Gua yang legenda ini masih menyambung adalah Gua Sarang Burung yang posisinya tak jauh dari Liang Kantin dan juga masih berada di Gunung Batu Kumpai.

Legenda di Gua Sarang Burung Walet ini menurut seorang pengelola Gua Liang Kantin, Asriansyah, ada kaitannya dengan legenda pertapaan ular atau naga di Liang Kantin.

"Memang legendanya naga ada di sebelah gunung ini, di Gua Sarang Burung Walet, di Liang Kantin pertapaannya," ujarnya.

Ular itu sendiri saat ada di Gua Sarang Burunh Walet itu ditemukan sepasang suami isteri yang merupakan tokoh dayak dan pemburu.

Baca: Ini Pekerjaan Ustadz Abdul Somad Sebelum Jadi Dai Kondang: Mamak Tanya Berapa Hutang di Kairo

Baca: Mantan Istri Irwan Mussry Suami Maia Estianty Ternyata Berasal Dari Keluarga Konglomerat Tanah Air

Baca: Hotman Paris Ungkap Kesaksian Pesawat Lion Air JT-610 yang Jatuh Alami Kerusakan Sehari Sebelumnya

Baca: Misteri Susunan Batu Menyerupai Aktivitas di Kantin, Ternyata Ini Legendanya

Baca: Aneh, Dalam Gua Ada Susunan Batu Menyerupai Aktivitas Seperti Orang Berjualan di Kantin

Saat melakukan perburuan ke lokasi Gunung Batu Kumpai inilah, anjing yang mereka bawa menggonggong terus ketika berada di depan gua yang saat itu juga banyak burung walet yang keluar.

Pemandangan di bagian depan Gua Liang Kantin di Kecamatan Jaro, Tabalong.
Pemandangan di bagian depan Gua Liang Kantin di Kecamatan Jaro, Tabalong. (Banjarmasinpost.co.id/Dony Usman)

Karena curiga, pemburu langsung memeriksa isi gua dan disitulah ditemukan ada seekor ular besar.

"Ular itu kemudian dibunuh dengan dipenggal tiga dan sekarang ada batu yang menyerupai bentuk penggalan tiga bagian ular itu, kepala, badan dan ekor. Itu legendanya," katanya. (banjarmasinpost.co.id/dony usman)

Penulis: Dony Usman
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved