Pilpres 2019

Kontestasi NU dan Non NU di Pilpres 2019 Jadi Alasan Cucu Pendiri NU Jadi Jubir Prabowo-Sandiaga Uno

Alasan Gus Irfan sehingga mau bergabung dalam Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terungkap.

Kontestasi NU dan Non NU di Pilpres 2019 Jadi Alasan Cucu Pendiri NU Jadi Jubir Prabowo-Sandiaga Uno
(KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO)
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Farros, KH Irfan Yusuf atau akrab disapa Gus Irfan mengungkapkan alasan yang mendasari keputusannya untuk bergabung dalam Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Gus Irfan resmi ditunjuk sebagai salah satu juru bicara pasangan Prabowo Sandiaga. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Alasan pengasuh Pondok Pesantren Al-Farros, KH Irfan Yusuf atau akrab disapa Gus Irfan sehingga mau bergabung dalam Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terungkap.

Pria yang resmi ditunjuk sebagai salah satu juru bicara pasangan Prabowo-Sandiaga itu menerangkan, kontestasi jelang Pilpres 2019 saat ini sudah mulai mengarah pada anggapan bahwa seluruh warga Nahdlatul Ulama mendukung salah satu pasangan calon.

"Salah satu poin utama mengapa saya membantu, bahwa di akar rumput terutama di Jawa Timur, yang saya lihat bahwa kontestasi antara Pak Prabowo dan Pak Jokowi ditarik menjadi kontestasi antara NU dan bukan NU," ujar Gus Irfan saat menggelar konferensi pers di media center Prabowo-Sandiaga, jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Kamis (1/11/2018).

"Karena itu, saya hadir di sini, untuk menjawab, bukan seperti itu. Mungkin memang lebih banyak NU di kubu Pak Jokowi, tapi banyak juga NU yang di kubunya Pak Prabowo," tuturnya.

Baca: Ini Pekerjaan Ustadz Abdul Somad Sebelum Jadi Dai Kondang: Mamak Tanya Berapa Hutang di Kairo

Selain itu, Gus Irfan menilai kondisi Indonesia dalam empat tahun terakhir sudah berbeda. Berbagai kelompok masyarakat yang berbeda pandangan sudah mulai saling memaki, mengejek secara terbuka.

“Dan ini harusnya bisa diminimalisasi oleh pemimpin kita,” kata dia.

Gus Irfan juga menyoroti kondisi ekonomi yang dialami masyarakat dalam empat tahun terakhir, khususnya di kalangan pesantren warga NU.

Ia tak memungkiri masih banyak warga NU yang tertinggal di bidang perekonomian.

Sementara, kata Gus Irfan, pasangan Prabowo-Sandiaga memiliki program-program yang terkait pembangunan ekonomi keumatan.

Baca: Ini Sosok Cucu Pendiri NU yang Jadi Jubir Baru Prabowo-Sandiaga Uno di Pilpres 2019

"Saya kira dengan banyaknya ide-ide dari Bang Sandi bisa kami sinergikan supaya bisa bermanfaat kepada umat," tuturnya.

Gus Irfan merupakan cucu dari pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asyari. Ayah Gus Irfan, KH Yusuf Hasyim, dikenal sebagai salah satu tokoh NU sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Alasan Cucu Pendiri NU Jadi Juru Bicara Pasangan Prabowo-Sandiaga"

Editor: Rendy Nicko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved