Berita Batola

Dinas Pariwisata Kalsel Sayangkan Wisata Bawah Jembatan Barito Jadi Tempat Mojok

Dinas Pariwisata Provinsi Kalsel, menyayangkan aset wisata bawah Jembatan Barito di Jalan Trans Kalimantan, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola

Dinas Pariwisata Kalsel Sayangkan Wisata Bawah Jembatan Barito Jadi Tempat Mojok
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
Dinas Pariwisata Provinsi Kalsel, menyayangkan aset wisata bawah Jembatan Barito di Jalan Trans Kalimantan, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Dinas Pariwisata Provinsi Kalsel, menyayangkan aset wisata bawah Jembatan Barito di Jalan Trans Kalimantan, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola menjadi tempat mojok atau pacaran. Sudah saatnya, aparat Satpol PP menertibkan para pasangan yang mojok di kawasan wisata tersebut.

“Iya, sangat kita sayangkan, kawasan wisata wisata bawah Jembatan Barito menjadi tempat mojok pasangan remaja. Harusnya ada penertiban dari aparat Satpol PP setempat. Jangan dibiarkan kondisinya seperti ini,” kata Kabid Destiwisata Dinas Pariwisata Kalsel Ida Saptika Dewi, Minggu (4/11/18).

Sementara Wakil Ketua DPRD Batola, Anis Riduan, menyatakan kawasan wisata jembatan Barito saat ini seperti status quo. Artinya, tak jelas siapa yang mengelola, apakah itu Pemprov Kalsel atau Pemkab Batola.

Menurutnya, anggota DPRD Batola pernah mengunjungi kawasan wisata bawah Jembatan Batola beberapa waktu lalu, dan ditemukan sekali banyak bangunan di tengah yang hilang dicuri orang.

Baca: Jadwal & Link Live Streaming MotoGP Malaysia 2018 via Live Streaming Trans 7 Minggu (4/11) Siang

Baca: Jadwal dan Link Live Streaming Trans7 MotoGP Malaysia 2018, Marquez Kena Penalti Rossi Terdepan

Baca: Hasil Kualifikasi MotoGP Malaysia 2018: Raih Pole Position Marc Marquez Sempat Alami Crash

“Bahkan, pagar-pagarnya juga hilang. Kita ngga merasa kehilangan karena tidakmenganggarkan di APBD, tapi merasa rugi karena sebagai orang Batola. Aset wisata sebagus ini ditelantarkan oleh Pemkab Batola dan Pemprov Kalsel,” katanya,

Dijelaskannya, DPRD Batola juga bingung mau menganggarkan di ABPD karena aset tanah bawah jembatan Barito milik Provinsi Kalsel. Sementara Pemkab Batola hanya berstatus pinjam pakai saja dalam jangka waktu beberapa tahun.

“Kita akan evaluasi, apakah dinas pariwisata Batola yang tidak mampu mengelola aset wisata jembatan Barito, ataukah Pemkab Batola sulit mengelola karena masalah status lahan wisata Jembatan Barito ini masih dipegang Pemprov Kalsel,” katanya.

Anis menyarankan agar lebih aset Pemprov Kalsel berupa kawasan wisata bawah jembatan Barito dihibahkan ke Pemkab Batola sehingga dewan akan dengan mudah menganggarkan perawatan. Jangan sampai Pempro Kalsel setengah hati menyerahkan pengelolaan kawasan wisata ke Pemkab Batola.

“Soal pungutan Rp10 ribu untuk pengunjung ke kawasan wisata Jembatan Barito seperti saat ini, saya lihat Pemprov Kalsel dan Pemkab Batala sama-sama cuci tangan. Hasil pungutan itu tidak masuk ke Pemprov Kalsek dan Pemkab Batola. Lalu kemana uangnya,” tegas Anis. (Banjarmasinpost.co.id/Edi Nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved